Hujan 2 Hari di Jambi, BMKG Sebut Kemarau Belum Berakhir, Ini Penjelasannya  



Sabtu, 25 Agustus 2018 - 13:46:15 WIB



Fitri Annisa
Fitri Annisa

JAMBERITA.COM - Prokester Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sulthan Thaha Jambi, Fitri Annisa mengatakan musim kemarau bukan berarti tidak ada hujan.

"Kalau untuk Provinsi Jambi, kami dari BMKG memprediksikan bahwa puncak musim kemarau akan terjadi pada bulan Agustus hingga bulan September," katanya kepada Jamberita.com, Sabtu (25/8/2018).

Ia pun menjelaskan dalam waktu kemarin hingga dua hari kedepan masih ada hujan di Provinsi Jambi dikarenakan kelembaban udara atas di Provinsi Jambi cukup basah serta belokan angin sehingga mendukung untuk pertumbuhan awan dan kemarin juga terpantau Eddy di perairan Barat  Sumatera yang mana bisa juga mendukung pertumbuhan awan.

"Untuk titik api sendiri pada hari ini yakni nihil dan kita prediksikan kondisi cuaca hari ini hingga dua hari kedepannya wilayah Kabupaten/Kota Provinsi Jambi cenderung cerah hingga hujan ringan dan berpotensi hujan lebat di beberapa daerah di Provinsi Jambi," imbuhnya.

Bulan Oktober 2018 di wilayah Provinsi Jambi cenderung secara umum mulai memasuki musim peralihan dari musim kemarau ke musim hujan.

"Tahun 2017 kemarin musim kemarau La Nina yakni cenderung basah. Kalau untuk tahun 2018 ini El Nino dengan kategori cenderung lemah hingga menengah jadi bisa dikatakan musim kemarau yang cukup kering berbanding dari tahun 2017 kemarin," lanjutnya.

Untuk diketahui kembali, La Nina dan El Nino merupakan satu gejala yang menunjukkan adanya perubahan pada iklim Bumi. El Nino adalah kejadian di mana suhu air laut yang ada di Samudra Pasifik memanas di atas rata-rata suhu normal. Sedangkan La Nina adalah peristiwa turunnya suhu air laut di Samudera Pasifik di bawah suhu rata-rata sekitarnya. (Cpm)



Artikel Rekomendasi