Ombudsman Sebut Pelayanan Publik Disdik dan Nakertrans Provinsi Jambi Merah



Rabu, 18 Juli 2018 - 15:52:20 WIB



Suasana pertemuan
Suasana pertemuan

JAMBERITA.COM - Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Jambi Taufik Yasak mengatakan dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi dalam penilaian standar pelayanan publik masih berada di zona merah. Ini dikhawatirkan dapat mempengaruhi penilaian monitoring kepatuhan suatu Pemerintah Daerah (Pemda).

"Iya, Dinas Pendidikan (Disdik) dan Ketenagakerjaan Transmigrasi (Nakertrans) masih merah," ungkapnya saat dikonfirmasi Jamberita.com usai melakukan Rapat Hasil Evaluasi Penilaian Kepatuhan Standar Pelayanan Publik Tahun 2018 bersama Sekda Dianto di Ruang Utama Kantor Gubernur Jambi, Rabu (18/7/2018).

Penilaian yang dilakukan oleh Ombudsman RI kepada pemerintahan setiap tahunnya bertujuan untuk pelayanan pemerintahan yang lebih baik lagi. Ini una mewujudkan good and clean government.

“Kita harus merubah image, bahwa pelayanan tidak lagi harus face to face. Karena sekarang sudah zamannya digital. Jadi kita harus memanfaatkan itu semua guna mempermudah pelayanan kepada masyarakat. Kita juga harus merubah sikap dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat serta bekerja dengan menggunakan standar,” terangnya.

Taufik mendesak dengan adanya pertemuan ini dapat segera membenahi semua instansi yang masih bermasalah. Ini guna mendapatkan zona hijau pada tahun 2018. Melalui zona hijau yang diraih, menjadikan prestise tersendiri bagi Provinsi Jambi untuk terus berkompetisi lebih baik lagi dalam melaksanakan pelayanan publik kepada masyarakat Provinsi Jambi.

"Seluruh provinsi se-sumatra ini dalam penilaian standart pelayanan publik yang menyesuaikan dengan undang undang, hanya Provinsi Jambi yang masih kuning, artinya belum patuh," jelasnya.

Ia berharap kedepannya Provinsi Jambi bisa mendapatkan zona hijau. Sebab perubahan ini bisa memberikan manfaat bagi Provinsi Jambi, baik itu dari pendapatan asli daerah, investasi yang masuk serta orang yang berkunjung, karena tidak ada lagi yang namanya biaya ekonomi tinggi.(afm)



Artikel Rekomendasi