JAMBERITA.COM - Ratusan pasien RSUD Raden Mattaher Jambi terancam kehilangan hak suara dalam Pilwako tahun ini, Rabu (27/6/2018).
Pasalnya tidak ada TPS keliling yang mendatangi pasien RSUD Raden Mattaher Jambi untuk mereka mencoblos. "Kalau bidan dan perawat, termasuk saya sudah mencoblos karena bergantian," ungkap salah satu tenaga medis, kepada Jamberita.com.
Berdasarkan jumlah mata pilih pegawai dan pasien di RSUD Raden Mattaher itu sebanyak 193 mata pilih, pasien sebanyak 106 orang dan pegawai sebanyak 86 orang.
Ketua KPU Kota Jambi Wein Arifin mengatakan ketidak hadirkan petugas KPU ke RSUD Raden Mattaher ini, menurutnya data mata pilih yang diserahkan tidak valid.
"Tidak bisa karena data tidak valid, kita hanya di kasih nama pasien. Alamat, dan data lainnya tidak disertakan," katanya melalui sambugan telepon.
Sementara itu PLT Direktur Utama RSUD Raden Mattaher Jambi drg Iwan Hendrawan menjelaskan bahwa dari awal tidak adanya intruksi baik dari KPU maupun KPPS.
"Masalah pasien (Sakit-Red) itu tugasnya KPU," tegasnya saat dikonfirmasi Jamberita.com.
Kalau masalah petugas medis di RSUD, kata Iwan. Mereka bisa bergantian untuk ke TPS menggunakan hak suaranya dalam Pilwako.(afm)
Fachrori, Irwasda Polda dan Danrem 042/Gapu Pantau Pencoblosan Pilwako
Pilwako, Fachrori Mencoblos di TPS dekat Rumah Pribadi Fasha
Soal Temuan BPK RI terhadap LKPD TA 2017 Pemprov Jambi, Begini Pinta Fachrori
Berikan Opini WTP, BPK juga Ingatkan Empat Poin Ini Untuk Ditindaklanjuti dalam 60 Hari
Mantap...Pemprov Jambi Meraih Opini WTP untuk Keenam Kalinya
Bayu Anugerah Soroti Bahaya Multitafsir Definisi Advokat dalam KUHAP Baru



