SAH Tegaskan Prabowo Tak Berpikir Survei, Fokus Bekerja dan Memberi Manfaat bagi Rakyat



Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:03:39 WIB



JAMBERITA.COM– Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi, Dr. Ir. H. A. R. Sutan Adil Hendra, M.M., menilai sikap Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan kerja nyata sebagai prioritas utama merupakan pesan penting bagi seluruh kader Gerindra. Menurutnya, tanggung jawab seorang pemimpin bukan sekadar memikirkan angka-angka survei, melainkan memastikan kebijakan dan program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Tokoh yang disebut bapak beasiswa Jambi itu mengatakan, ukuran keberhasilan kepemimpinan pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh persepsi yang tergambar dalam survei, tetapi juga oleh hasil kerja yang dapat dirasakan langsung oleh rakyat.

“Bagi seorang pemimpin, yang paling utama adalah bekerja, menuntaskan tanggung jawab, dan memastikan masyarakat memperoleh manfaat dari kebijakan yang dijalankan. Survei merupakan salah satu instrumen untuk membaca persepsi publik, tetapi bukan tujuan utama dalam menjalankan pemerintahan,” ujar SAH.

Menurut SAH, Presiden Prabowo memiliki tanggung jawab besar untuk menjalankan agenda pembangunan nasional, mulai dari memperkuat ketahanan pangan, mendorong kemandirian energi, mempercepat industrialisasi dan hilirisasi, hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, ia menilai energi pemerintahan harus diarahkan untuk memastikan program-program tersebut berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.

“Rakyat membutuhkan hasil. Mereka ingin ekonomi bergerak, lapangan kerja terbuka, harga kebutuhan pokok terjangkau, pendidikan semakin baik, dan pelayanan publik semakin berkualitas. Hal-hal seperti inilah yang harus menjadi perhatian utama pemerintah,” katanya.

SAH juga mengingatkan bahwa hasil survei dapat berubah seiring dinamika sosial, ekonomi, serta persepsi masyarakat terhadap berbagai kebijakan. Oleh sebab itu, hasil survei perlu dibaca secara proporsional sebagai bahan evaluasi, bukan menjadi satu-satunya tolok ukur dalam menentukan arah kebijakan.

Menurutnya, kritik dan masukan masyarakat tetap penting dalam kehidupan demokrasi. Pemerintah perlu mendengarkan aspirasi publik, memperbaiki kekurangan, serta memastikan setiap kebijakan dilaksanakan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat.

“Fokus bekerja bukan berarti mengabaikan suara rakyat. Justru suara rakyat harus menjadi dasar evaluasi agar pekerjaan pemerintah semakin baik. Yang terpenting adalah bagaimana setiap kritik dijawab dengan perbaikan dan setiap janji diwujudkan melalui kerja nyata,” ujarnya.

Sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi, SAH menegaskan bahwa semangat tersebut harus menjadi pedoman bagi seluruh kader partai, baik yang berada di pemerintahan maupun yang menjalankan tugas politik dan pelayanan masyarakat.

Ia meminta kader Gerindra tidak terlena oleh hasil survei yang positif dan tidak pula kehilangan semangat ketika hasil survei belum sesuai harapan. Kader, menurutnya, harus terus hadir di tengah masyarakat, mendengarkan persoalan warga, serta ikut mencari solusi atas berbagai tantangan pembangunan di daerah.

“Pesan Pak Prabowo harus kita maknai sebagai pengingat bahwa politik adalah jalan pengabdian. Kader Gerindra harus bekerja, menjaga kepercayaan masyarakat, dan membuktikan komitmen melalui tindakan nyata. Jangan hanya sibuk membicarakan penilaian, tetapi pastikan masyarakat benar-benar merasakan kehadiran kita,” tegasnya.

SAH berharap konsistensi pemerintah dalam menjalankan program pembangunan dapat memperkuat kepercayaan publik secara berkelanjutan. Baginya, kepercayaan masyarakat merupakan sesuatu yang harus dirawat melalui integritas, kinerja, dan keberpihakan pada kepentingan rakyat.

“Pada akhirnya, masyarakat yang akan menilai. Tugas kita adalah terus bekerja dengan sungguh-sungguh, memperbaiki kekurangan, dan memastikan pembangunan membawa manfaat yang semakin luas,” tutupnya.(*)





Artikel Rekomendasi