Kukuhkan Tiga Guru Besar UNJA,Prof Helmi: Jadikan Kepakaran & Pemanfaatan AI untuk Kemajuan Akademik



Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:31:06 WIB



Foto : Rektor, Ketua Senat dan Tiga Guru Besar yang Dikukuhkan/JMB.
Foto : Rektor, Ketua Senat dan Tiga Guru Besar yang Dikukuhkan/JMB.

JAMBERITA.COM – Rektor Universitas Jambi (UNJA), Helmi, menekankan pentingnya pengembangan kepakaran, produktivitas karya ilmiah, serta pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) secara bijak saat mengukuhkan tiga guru besar dalam Rapat Terbuka Senat di Gedung Unifac, Kampus UNJA Mendalo, Senin (12/10/2026).

Pesan tersebut disampaikan Rektor kepada tiga akademisi yang dikukuhkan sebagai profesor, yakni Prof. Akhmad Habibi, S.Pd.I., M.Pd., Ph.D., dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Prof. Dr. Hartati, S.H., M.H., dari Fakultas Hukum (FH), serta Prof. Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si., dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK).

Rektor mengapresiasi pencapaian akademik ketiganya. Namun, ia menegaskan bahwa pengukuhan guru besar bukan sekadar pengakuan atas perjalanan akademik, melainkan juga tanggung jawab untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan menghasilkan karya yang berdampak bagi masyarakat.

Di tengah perkembangan teknologi, Helmi turut mengingatkan pentingnya keterbukaan kalangan akademisi terhadap pemanfaatan AI untuk mendukung pekerjaan ilmiah, termasuk penyusunan publikasi internasional. "Jadikanlah artificial intelligence itu sebagai mitra kerja, mitra beranalisis, mitra kita dalam membuat jurnal internasional,” ujar Helmi.

Menurutnya, kemajuan teknologi perlu dimanfaatkan sebagai pendukung produktivitas dan pengembangan kualitas akademik. Pemanfaatannya tetap harus disertai kebijaksanaan dan tanggung jawab ilmiah agar karya yang dihasilkan memenuhi standar kualitas serta integritas akademik.

Pengukuhan tiga guru besar ini sekaligus memperkuat kapasitas UNJA dalam mengembangkan kepakaran lintas disiplin, mulai dari teknologi pendidikan, regulasi pendanaan pendidikan, hingga eksplorasi bahan alam untuk inovasi farmasi berkelanjutan.

Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Akhmad Habibi mengangkat tema “Teknologi Pendidikan untuk Keadilan Digital.” Ia menyoroti bahwa kesenjangan digital dalam pendidikan tidak hanya menyangkut ketersediaan perangkat teknologi, tetapi juga kesiapan guru, infrastruktur, literasi digital, dan dukungan terhadap proses pembelajaran.

Ia menekankan bahwa pemanfaatan teknologi, termasuk AI, harus diiringi kesiapan tenaga pendidik dan penerapan prinsip etika agar mampu menciptakan pembelajaran yang lebih adil.

Sementara itu, Prof. Dr. Hartati membawakan orasi berjudul “Rekonstruksi Regulasi Kolaborasi Pendanaan Pendidikan dalam Perspektif Otonomi Daerah untuk Mewujudkan Keadilan Pendidikan.”

Dalam paparannya, Hartati menyoroti perlunya sistem pendanaan pendidikan yang adil, transparan, dan akuntabel. Kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dinilai penting, tetapi harus tetap memperjelas pembagian tanggung jawab agar keterlibatan masyarakat tidak menggeser kewajiban pemerintah dalam memenuhi hak atas pendidikan.

Adapun Prof. Dr. Drs. Syamsurizal mengangkat tema “Eksplorasi dan Pengembangan Bahan Alam sebagai Sumber Senyawa Bioaktif untuk Inovasi Farmasi Berkelanjutan.”

Ia menjelaskan potensi keanekaragaman hayati Indonesia sebagai sumber senyawa bioaktif yang dapat dikembangkan melalui penelitian ilmiah, pengujian aktivitas farmakologis, serta riset lanjutan untuk mendukung inovasi farmasi berkelanjutan.

Sebelumnya, Ketua Senat UNJA, Prof. Dr. H. Syamsurijal Tan, S.E., M.A., mengingatkan para guru besar agar terus menjaga semangat dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya kreativitas dosen dalam menyampaikan materi perkuliahan agar lebih mudah dipahami mahasiswa.

“Seorang dosen harus selalu kreatif dalam mengajar, mampu menjadikan hal yang sulit menjadi mudah dipahami, serta menjadi sosok pendidik yang ramah dan dekat dengan mahasiswa,” ujarnya.

Rapat Terbuka Senat tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Dr. H. Sudirman, S.H., M.H., jajaran pimpinan UNJA, sivitas akademika, perwakilan pemerintah daerah, anggota DPR RI, pimpinan perguruan tinggi mitra, serta tamu undangan.

Melalui pengukuhan ini, UNJA diharapkan semakin memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghasilkan penelitian berkualitas, memperluas kontribusi keilmuan, dan menghadirkan solusi atas persoalan masyarakat. Bagi ketiga guru besar, gelar profesor menjadi amanah untuk terus berkarya, mengembangkan kepakaran, serta memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan, hukum, kesehatan, dan masyarakat luas.(afm)

Selengkapnya >> www.unja.ac.id





Artikel Rekomendasi