Prof. Hartati: Kemauan dan Semangat Kunci Guru Besar



Senin, 12 Oktober 2026 - 18:25:37 WIB



Foto :  Prof. Dr. Hartati, S.H., M.H.  Dikukuhkan Guru Besar/JBI.
Foto : Prof. Dr. Hartati, S.H., M.H. Dikukuhkan Guru Besar/JBI.

JAMBERITA.COM - Perjalanan panjang yang dilalui Prof. Dr. Hartati, S.H., M.H., mengantarkannya meraih jabatan akademik tertinggi sebagai Guru Besar. Ia dikukuhkan pada 12 Oktober 2026 di Auditorium Lantai 1 Gedung UNIFAC Universitas Jambi (UNJA), Mendalo.

Pencapaian tersebut tidak terlepas dari perjalanan pendidikan, pengalaman hidup, dukungan keluarga, serta lingkungan yang mendorongnya untuk terus belajar dan berkembang. Bagi Prof. Hartati, kemauan dan semangat menjadi modal utama dalam menghadapi berbagai keterbatasan selama menempuh pendidikan.

Ketertarikannya pada bidang sosial dan hukum telah tumbuh sejak duduk di bangku sekolah. Ia mengaku lebih menyukai mata pelajaran yang berkaitan dengan ilmu sosial, termasuk tata negara dan sejarah. Ketertarikan itu kemudian membawanya memilih Fakultas Hukum Universitas Jambi pada 1991 melalui jalur mahasiswa undangan.

Keputusan melanjutkan pendidikan tinggi bukan tanpa tantangan. Kondisi keluarga dan keterbatasan finansial menjadi bagian dari perjalanan yang harus dihadapinya. Namun, keadaan tersebut tidak menyurutkan tekadnya untuk melanjutkan pendidikan.

“Sesuatunya memang kuliah, sekolah apa pun itu butuh dana, tetapi di balik itu semua dia harus imbang. Kita memang membutuhkan dana, tetapi kemauan kita juga, semangat kita itu utama,” ujar Prof. Hartati.

Selama menjadi mahasiswa Fakultas Hukum UNJA, ia aktif mengikuti berbagai kegiatan kemahasiswaan. Salah satunya bergabung dalam tim debat P4 yang membawa nama Fakultas Hukum, Universitas Jambi, hingga Provinsi Jambi pada kompetisi tingkat nasional. Ia juga mengikuti berbagai lomba karya tulis ilmiah sebagai upaya mengembangkan kemampuan akademiknya.

Menurut Prof. Hartati, lingkungan pertemanan turut memberikan pengaruh dalam perjalanan pendidikannya. Ia bersyukur bertemu dengan teman-teman yang saling mendukung dan mendorongnya untuk terus berkembang. Dukungan juga datang dari para dosen yang tidak hanya memberikan ilmu, tetapi turut membangun keyakinan dirinya.

“Dosen-dosen saya itu seperti orang tua saya, yang sangat men-support dan memberikan keyakinan, memberikan dorongan,” tuturnya.

Setelah menyelesaikan pendidikan pada 1996, Prof. Hartati sempat bercita-cita berkarier sebagai jaksa. Namun, keinginan tersebut belum dapat terwujud karena salah satu persyaratan yang tidak terpenuhi. Ia kemudian menemukan jalan lain untuk mengembangkan karier dengan memulai perjalanan sebagai dosen pada 1998.

Memasuki dunia akademik, Prof. Hartati terus belajar dan mengembangkan kemampuan. Pengalaman selama kuliah, berorganisasi, mengikuti kompetisi, hingga bekerja di lingkungan usaha keluarga temannya menjadi bekal berharga dalam membentuk mental dan tanggung jawabnya.

Pengalaman tersebut mengajarkannya bahwa kepercayaan tidak datang begitu saja, melainkan perlu dibangun melalui keseriusan dalam menjalankan tanggung jawab, termasuk dari hal-hal kecil.

“Kepercayaan itu akan datang ketika kita juga menunjukkan keseriusan dan juga akan datang kepercayaan-kepercayaan lain ketika kita bisa melakukan dimulai dari hal yang kecil,” jelasnya.

Perjalanan menuju jabatan Guru Besar, menurut Prof. Hartati, merupakan proses panjang yang membutuhkan ketekunan dan kemauan untuk terus belajar. Ia menilai keberhasilan tidak hadir secara instan, tetapi terbentuk melalui pengalaman, lingkungan, serta keberanian untuk mencoba dan mengambil kesempatan.

Ia juga berpesan kepada mahasiswa agar tidak takut mengambil peluang dan berani menyampaikan pendapat. Menurutnya, keberanian dapat tumbuh melalui latihan dan kebiasaan.

“Kalau kita sudah berani sekali, akhirnya itu akan terbiasa, dan kita biasa berbicara,” katanya.

Bagi Prof. Hartati, pencapaian jabatan Guru Besar bukan semata-mata hasil perjuangan pribadi. Dukungan keluarga, dosen, teman, dan lingkungan turut menjadi bagian penting dalam perjalanan panjang yang telah dilaluinya.

Melalui pengalaman tersebut, Prof. Hartati berharap mahasiswa dapat terus berusaha, tidak mudah menyerah ketika menghadapi keterbatasan, serta memanfaatkan setiap kesempatan untuk mengembangkan diri. Baginya, kemauan dan semangat untuk terus belajar merupakan bekal penting dalam mencapai tujuan, baik dalam pendidikan maupun perjalanan karier.(Silvi)

Selengkapnya : www.unja.ac.id





Artikel Rekomendasi