JAMBERITA.COM - Tim dosen Fakultas Hukum Universitas Jambi (FH UNJA) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Danau Kedap, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, pada 18 September 2026. Kegiatan ini mengangkat tema “Optimalisasi Pemanfaatan Aset Desa Berbasis Good Governance dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Desa”.
Kegiatan tersebut menjadi upaya FH UNJA dalam mendorong tata kelola aset desa yang transparan, akuntabel, dan mampu mendukung kemandirian ekonomi desa.
Tim pengabdian diketuai Prof. Dr. H. Syamsir, S.H., M.H., dengan anggota Dr. Umar, S.H., M.H., Dr. Fitria, S.H., M.H., Rahayu Repindowati Harahap, S.H., M.H., serta Cholillah Suci Pratiwi, S.IP., M.A.
Dalam pemaparannya, Prof. Syamsir menjelaskan bahwa aset desa memiliki potensi strategis untuk mendukung pembangunan dan meningkatkan pendapatan desa apabila dikelola secara tepat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Ia menekankan, pemanfaatan aset desa perlu menerapkan prinsip good governance, meliputi transparansi, akuntabilitas, partisipasi, efektivitas, dan efisiensi. Prinsip tersebut diperlukan agar pengelolaan aset dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Optimalisasi aset desa dapat dilakukan melalui identifikasi potensi yang dimiliki, perencanaan pemanfaatan yang tepat, serta pengawasan dan evaluasi secara berkelanjutan,” jelas Prof. Syamsir.
Menurutnya, pengelolaan aset yang tertib dan bertanggung jawab menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat pendapatan desa sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.
Kepala Desa Danau Kedap menyambut baik kegiatan tersebut. Ia berharap materi yang disampaikan dapat menambah pemahaman aparatur desa mengenai pengelolaan aset secara tepat guna, terutama dalam mendukung pembangunan dan meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).
Melalui kegiatan ini, tim pengabdian FH UNJA berharap Pemerintah Desa Danau Kedap dapat mengoptimalkan potensi aset yang dimiliki melalui tata kelola yang baik. Dengan demikian, aset desa tidak hanya menjadi kekayaan yang perlu dijaga, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber pendapatan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan praktis masyarakat di lapangan.(Silvi)
Selengkapnya : www.unja.ac.id
Pemerintah Tidak Kekurangan Informasi, tetapi Masih Perlu Memperkuat Komunikasi Publik
Dorong UMKM Jambi Naik Kelas, Diana Ajak Pelaku Usaha Jadikan KI Aset Ekonomi
