JAMBERITA.COM – Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi, Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM (SAH), menilai keberhasilan pemerintah menjaga stabilitas harga berbagai kebutuhan pokok di tengah tekanan ekonomi global merupakan bukti nyata keberpihakan Presiden Prabowo Subianto kepada rakyat. Menurutnya, ketika banyak negara menghadapi lonjakan harga energi dan pangan akibat gejolak geopolitik serta ketidakpastian ekonomi dunia, Indonesia justru mampu menjaga daya beli masyarakat melalui kebijakan yang terukur dan berpihak.
Tokoh yang juga dikenal luas sebagai Bapak Beasiswa Jambi itu mengatakan, data perbandingan harga ritel sejumlah komoditas pada periode 1 Januari hingga 1 Agustus 2026 menunjukkan banyak negara mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi. Sebaliknya, Indonesia mampu menjaga stabilitas sejumlah kebutuhan dasar masyarakat.
"Ini menunjukkan bahwa negara hadir untuk melindungi rakyat. Stabilitas harga bukan terjadi dengan sendirinya, tetapi merupakan hasil kerja pemerintah dalam menjaga pasokan, memperkuat ketahanan pangan, mengendalikan inflasi, dan memastikan distribusi kebutuhan pokok tetap berjalan," ujar SAH.
Ia menjelaskan, pada komoditas BBM, harga bensin di Nigeria dilaporkan naik 45,9 persen, Amerika Serikat 44,9 persen, Laos 33,2 persen, Kamboja 19,1 persen, dan Inggris 16,8 persen. Sementara itu, harga Pertalite di Indonesia tetap Rp10.000 per liter.
Pada komoditas LPG rumah tangga, Nigeria mengalami kenaikan hingga 79 persen, Bangladesh 38,6 persen, Filipina 25 persen, India 10,4 persen, dan Pakistan 9,9 persen. Di Indonesia, harga LPG bersubsidi 3 kilogram tetap Rp19.000 per tabung di pangkalan resmi.
Begitu pula pada sektor kelistrikan. Sejumlah negara melakukan penyesuaian tarif listrik, antara lain Mesir sebesar 29,9 persen, Sri Lanka 26,5 persen, Türkiye 25 persen, Bangladesh sedikitnya 18,1 persen, dan Inggris sekitar 5,7 persen. Sementara tarif listrik PLN di Indonesia tetap tidak mengalami kenaikan.
Di sektor pangan, harga beras di Sudan naik sekitar 40–55 persen, Sudan Selatan 30–45 persen, Iran 25–35 persen, Myanmar 18–25 persen, dan Nigeria 12–20 persen. Di Indonesia, harga beras relatif stabil. Bahkan pada komoditas daging ayam, ketika India mengalami kenaikan 20–25 persen, Pakistan sekitar 19 persen, Türkiye hingga 15 persen, dan Afrika Selatan sekitar 11 persen, harga ayam di Indonesia justru tercatat turun sekitar 3 persen.
Menurut SAH, kondisi tersebut mencerminkan efektivitas kebijakan pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan produsen dan konsumen. Stabilitas harga, katanya, menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi karena mampu menjaga konsumsi rumah tangga sebagai motor utama perekonomian nasional.
"Keberhasilan menjaga harga BBM, LPG, listrik, dan kebutuhan pokok berarti menjaga daya beli masyarakat. Ketika daya beli terpelihara, ekonomi rakyat tetap bergerak, dunia usaha memiliki kepastian, dan kesejahteraan masyarakat dapat terus ditingkatkan. Inilah makna nyata keberpihakan pemerintah kepada rakyat," tegas SAH.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melihat perkembangan ekonomi nasional secara objektif. Menurutnya, kritik merupakan bagian penting dalam demokrasi, namun berbagai capaian yang dirasakan langsung oleh masyarakat juga patut diberikan apresiasi.
"Semangat kita adalah menjaga Indonesia tetap kuat, mandiri, dan semakin disegani dunia. Dengan persatuan serta dukungan terhadap kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat, saya optimistis Indonesia akan semakin tangguh menghadapi tantangan global," pungkasnya.(*)
SAH Ungkap Stabilitas BBM, LPG, dan Pangan, Bukti Keberpihakan Presiden Prabowo kepada Rakyat
Kanwil Kemenkum Jambi Verifikasi Status Kewarganegaraan M Umar
Gemakan Semangat Persatuan, Seni Budaya Kerinci Meriahkan Dirgahayu RI ke-81 dan Hari Jadi Tanjabbar
SAH Instruksikan Kader Gerindra Jambi Tak Terprovokasi Upaya Mendiskreditkan Pemerintahan Presiden
SAH Ulang Tahun ke 58, Pengurus dan Kader Gerindra Jambi Doakan Menjadi Pemimpin yang Menginspirasi
IW Minta Transparansi dan Kajian Mendalam Soal Penawaran PI 7 Persen WK Jabung
Kanwil Kemenkum Jambi Verifikasi Status Kewarganegaraan M Umar



