Hakim Cecar Eks Dirak Tirta Mayang Jambi : 'Aneh, Tidak Ada yang Mau Mengakui Awal Mula Barang Ini'



Kamis, 30 Juli 2026 - 21:39:09 WIB



JAMBERITA.COM - Hakim Anggota Lamhot mencecar saksi Sahat, mantan Direktur Administrasi dan Keuangan (Dirak) Perumda Tirta Mayang, dalam sidang lanjutan perkara pengadaan bahan kimia jenis sucolite di Pengadilan Tipikor Jambi, Kamis (30/7/2026).

Pertanyaan ini ditujukan Hakim, setelah melakukan pemeriksaan terhadap saksi Dirut Dwike dan Manajer Produksi Gustoni. Secara terpisah dengan Dirak Sahat, Dewas Rita dan Plt Dirut Masrizal.

Kepada Dirak, Hakim pun mempertanyakan asal-usul dan awal mula masuknya bahan kimia tersebut yang hingga kini terkesan misterius. Dalam persidangan, Saksi Sahat yang juga pernah menjabat sebagai Plt Dirak sejak Juni 2020 hingga dilantik definitif pada 17 Maret 2021, dinilai kerap berkelit saat dimintai penjelasan mengenai asal pengadaan sucolite. Sikap saksi tersebut memicu keheranan Majelis Hakim.

"Saya sampai bingung, padahal katanya ini barang sangat baik, ada hasil labnya, kenapa tidak ada yang mau mengakuinya?" tegas Hakim Anggota Lamhot di ruang sidang.

Hakim Lamhot menilai kejanggalan makin terlihat lantaran para pejabat dan mantan direksi yang diperiksa seolah saling melempar tahu terkait asal-usul barang tersebut. Bahkan, Direktur Teknik terdahulu, Husean Pancanata, serta Direktur Utama juga mengaku tidak mengetahui dari mana barang tersebut berasal.

"Lama-lama dalam pandangan saya, ini bukan barang baik karena tidak ada yang mau mengakuinya. Masa bisa tidak tahu?" ujar Hakim.

Menjawab cecaran hakim mengenai efektivitas bahan kimia tersebut, Sahat berdalih hanya mendengar informasi dari pihak lain tanpa mengetahui wujud maupun proses masuknya barang secara langsung. "Itu yang saya dengar (efektif), tapi melihat barangnya, prosesnya saya juga tidak tahu," kilih Sahat.

Kejanggalan ini membuat Majelis Hakim mempertanyakan siapa sosok yang sebenarnya bertanggung jawab dan mengetahui pasti asal-usul bahan kimia sucolite tersebut, mengingat bagian produksi pun enggan memberikan kejelasan."Tidak mau mengakuinya kan menjadi aneh. Sebenarnya barang ini dari mana?" tambah Hakim dengan nada heran.(afm)





Artikel Rekomendasi