JAMBERITA.COM - Universitas Jambi (UNJA) memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dengan menggelar upacara bendera yang khidmat di Lapangan Rektorat UNJA, Sabtu (02/05/2026). Mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, momentum ini menjadi ajang refleksi sekaligus edukasi bagi seluruh sivitas akademika.
Rektor UNJA, Prof. Dr. Helmi, S.H., M.H., selaku pembina upacara, membacakan pidato Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI yang menegaskan bahwa pendidikan adalah jantung peradaban Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Prof. Helmi memberikan pesan khusus yang sangat relevan bagi dunia pendidikan masa kini. Beliau mengingatkan seluruh dosen dan mahasiswa agar tidak terlena dengan kemudahan teknologi, khususnya Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI).
“Saya mengingatkan kepada seluruh sivitas akademika untuk bijak dalam menggunakan teknologi, terutama AI. Kemajuan ini harus menjadi alat bantu yang memperkuat kualitas pendidikan, bukan justru disalahgunakan,” tegas Prof. Helmi.
Beliau menekankan bahwa teknologi harus tetap berada pada koridor etika dan tanggung jawab akademik agar nilai-nilai kejujuran intelektual tetap terjaga di lingkungan kampus.
Dalam rangkaian upacara tersebut, UNJA juga melaksanakan pembacaan Keputusan Presiden Republik Indonesia tentang penganugerahan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya. Penghargaan ini diberikan kepada sivitas akademika yang telah menunjukkan kesetiaan dan dedikasi luar biasa.
Adapun para penerima penghargaan periode Mei 2026 tersebut adalah:
Prof. Dr. Drs. Syahmardi Yacob, M.B.A. (Fakultas Ekonomi dan Bisnis) – Pengabdian 30 Tahun.
Dr. Olfa Mega, S.Pt., M.Si. (Fakultas Peternakan) – Pengabdian 20 Tahun.
Ahmad Rohmanto, S.H., M.H. (Biro Perencanaan, Keuangan, dan Umum) – Pengabdian 10 Tahun.
Mengutip pidato menteri, Prof. Helmi menyampaikan bahwa Indonesia tidak boleh sekadar menjadi konsumen ilmu pengetahuan. Perguruan tinggi seperti UNJA memiliki tugas berat untuk mencetak ilmuwan berkelas dunia dan pelopor inovasi.
"Pendidikan bermutu, adil, dan inklusif bukan pilihan, melainkan kewajiban kebangsaan. Kita harus melahirkan ilmuwan yang mampu berkontribusi bagi kemajuan bangsa," lanjutnya.
Upacara diakhiri dengan suasana haru saat Paduan Suara Pinang Masak UNJA membawakan lagu “Terima Kasihku” dan “Hymne Guru”, sebagai bentuk penghormatan tertinggi bagi para pahlawan tanpa tanda jasa yang telah berjuang bagi masa depan generasi bangsa.(afm)
Hardiknas 2026 di UNJA: Rektor Tekankan Etika Penggunaan AI & Anugerahkan Satyalancana Karya Satya
Resmi Berakhir! Pelaksanaan UTBK-SNBT UNJA 2026 Sukses, Aman, dan Inklusif bagi Disabilitas
Sinergi Tata Kelola, Kanwil Kemenkum Jambi Harmonisasikan Sejumlah Ranperwako Sungai Penuh
Keren! UBR Jambi 'Loncati' Batas Akademik, Gandeng PT Pos Indonesia Siapkan Karir Mewah Mahasiswa
UBR Jambi 'Curi Start' Siapkan Generasi Emas, Gandeng MA Soleh Al Mubarok Lewat MoU
Rektor UIN STS Jambi Nonaktifkan Oknum Wakil Dekan yang Terjaring Penggerebekan


Sambut Pekan Penghijauan XXXV, Mahasiswa UNRI Siapkan Aksi Rehabilitasi Sungai Kampar

