Rektor UIN STS Jambi Nonaktifkan Oknum Wakil Dekan yang Terjaring Penggerebekan



Sabtu, 02 Mei 2026 - 13:36:17 WIB



Foto : Rektor UIN STS Jambi.
Foto : Rektor UIN STS Jambi.

JAMBERITA.COM - Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi bergerak cepat merespons kabar miring yang melibatkan salah satu tenaga pendidiknya. Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. Kasful Anwar Us, secara resmi mengonfirmasi penonaktifan oknum dosen berinisial DK yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan, pasca insiden penggerebekan yang viral di media sosial.

Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk komitmen pihak kampus dalam menjaga integritas akademik dan norma kesusilaan di lingkungan institusi pendidikan tinggi Islam tersebut. Berdasarkan siaran pers resmi yang dirilis pada Sabtu (02/05/2026), pihak rektorat telah menetapkan empat poin utama sebagai sanksi sementara dan prosedur tindak lanjut.

Copot Jabatan Struktural: DK resmi dinonaktifkan dari jabatan tambahannya sebagai Wakil Dekan guna menjaga objektivitas pemeriksaan.

Pemeriksaan Kode Etik: Rektor telah memerintahkan pemeriksaan etik secara mendalam untuk memastikan status hukum dan kebenaran peristiwa tersebut. Jika terbukti melanggar, sanksi berat sesuai regulasi telah menanti.

Skorsing Aktivitas Institusional: Menghentikan sementara segala aktivitas DK yang mewakili institusi, baik di ranah internal maupun eksternal.

Larangan Mengajar dan Meneliti: DK dilarang melakukan kegiatan belajar-mengajar, pengabdian, serta penelitian untuk sementara waktu.

Dalam keterangannya, pihak UIN STS Jambi menyatakan penyesalan mendalam atas peristiwa yang mencoreng nama baik kampus. Rektor menegaskan bahwa tindakan personal yang dilakukan oknum tersebut sama sekali tidak mencerminkan nilai, budaya kerja, maupun komitmen kelembagaan.

"Kami sangat menyayangkan peristiwa ini. Tindakan tersebut adalah ulah personal individu dan tidak merepresentasikan UIN STS Jambi yang menjunjung tinggi nilai moral dan martabat," tulis pernyataan resmi tersebut.

Pihak kampus juga memohon maaf kepada publik atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh beredarnya informasi ini. Saat ini, tim internal sedang melakukan verifikasi data agar mendapatkan informasi yang utuh dan akurat.

Rektor juga mengimbau seluruh pihak, termasuk mahasiswa dan masyarakat luas, untuk tidak berspekulasi lebih jauh atau menyebarluaskan narasi yang dapat memperkeruh suasana, sembari menunggu proses investigasi resmi selesai dilakukan.(afm)





Artikel Rekomendasi