Respon Rektor UNJA Prof Helmi, Tindaklanjuti Intruksi Pusat Terkait Efesinsi Anggaran



Sabtu, 18 April 2026 - 14:48:14 WIB



Foto : Rektor UNJA Prof Helmi.
Foto : Rektor UNJA Prof Helmi.

JAMBERITA.COM - Rektor Universitas Jambi (UNJA), Prof. Helmi, mengambil langkah tegas dalam merespons instruksi pemerintah pusat terkait efisiensi anggaran negara. Pihak rektorat telah mengumumkan pemangkasan terhadap pos anggaran yang dinilai kurang produktif, termasuk agenda perjalanan dinas dalam negeri.

Kebijakan ini diambil guna memastikan alokasi anggaran universitas dialihkan pada sektor-sektor yang lebih memberikan dampak langsung bagi kemajuan akademik dan kualitas pendidikan.

Prof. Helmi menegaskan bahwa strategi penghematan ini menyasar pada kegiatan-kegiatan yang bersifat seremonial dan mobilitas pejabat kampus yang tidak mendesak.

"Kami mengalokasikan anggaran dengan lebih produktif. Kegiatan yang sifatnya seremonial atau tidak efektif itu dikurangi, kemudian perjalanan dinas dalam negeri yang bersumber dari anggaran pusat juga begitu," kata Rabu (15/4/2026) waktu lalu.

Tak hanya perjalanan dalam negeri, pengetatan juga diberlakukan pada agenda internasional. Anggaran perjalanan dinas luar negeri juga dipotong. "Artinya, hanya perjalanan yang betul-betul penting dan memiliki urgensi tinggi bagi universitas yang bisa kita danai," tambahnya.

Langkah berani ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan pemerintah pusat yang mewajibkan seluruh instansi negara melakukan penghematan anggaran belanja perjalanan dinas dan belanja barang non-operasional.

Dengan kebijakan ini, UNJA berkomitmen untuk meminimalisir kegiatan seremonial yang minim output. Mengalihkan dana efisiensi untuk penguatan riset dan sarana prasarana mahasiswa, mendorong digitalisasi rapat dan koordinasi sebagai pengganti mobilitas fisik.

Sikap tegas Rektor UNJA ini menjadi sinyal bagi seluruh jajaran di lingkungan UNJA untuk lebih selektif dalam merancang program kerja. Prof. Helmi berharap efisiensi ini tidak menurunkan produktivitas kampus, melainkan justru memacu kreativitas dalam bekerja meski dengan keterbatasan ruang gerak fisik.

"Ini adalah bentuk tanggung jawab kita dalam menggunakan anggaran negara secara akuntabel dan tepat sasaran," pungkasnya.(afm)





Artikel Rekomendasi