Makna Halal Bihalal, SAH ingatkan Momentum Membersihkan Hati dan Memperkuat Persaudaraan



Kamis, 26 Maret 2026 - 11:25:51 WIB



JAMBERITA.COM– Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi, Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM, atau SAH menyampaikan tausiyah Jumat yang menekankan pentingnya memahami makna halal bihalal sebagai tradisi luhur bangsa Indonesia yang sarat nilai keislaman dan kemanusiaan.

Dalam tausiyahnya, Sutan Adil Hendra menjelaskan bahwa halal bihalal bukan sekadar tradisi saling berjabat tangan atau rutinitas pasca Idulfitri, melainkan momentum spiritual untuk membersihkan hati dari segala bentuk kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak.

“Halal bihalal adalah ruang untuk kita saling memaafkan secara tulus, membuka lembaran baru dengan hati yang bersih, serta memperbaiki hubungan antarsesama,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam perspektif Islam, memaafkan memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Bahkan, sikap tersebut menjadi salah satu ciri orang bertakwa. Oleh karena itu, halal bihalal harus dimaknai sebagai bentuk implementasi nyata dari ajaran Islam tentang ukhuwah atau persaudaraan.

Menurutnya, di tengah dinamika kehidupan sosial dan politik yang kerap menimbulkan perbedaan, halal bihalal menjadi jembatan untuk merajut kembali kebersamaan. “Perbedaan adalah hal yang wajar, tetapi persatuan dan silaturahmi harus tetap kita jaga,” tegasnya.

Sutan Adil Hendra juga mengajak seluruh masyarakat Jambi untuk menjadikan momen halal bihalal sebagai sarana memperkuat solidaritas sosial, mempererat hubungan keluarga, serta membangun harmoni di tengah masyarakat.

“Dengan hati yang bersih dan saling memaafkan, kita akan mampu membangun Jambi yang lebih damai, rukun, dan penuh keberkahan,” katanya.

Di akhir tausiyahnya, ia berharap nilai-nilai yang terkandung dalam halal bihalal tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.(*)





Artikel Rekomendasi