JAMBERITA.COM– Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Jambi menyampaikan hasil kajian yang menyoroti kebijakan work from home (WFH) sebagai langkah strategis dalam menekan beban subsidi energi sekaligus membuka ruang penguatan sektor pertanian.
Kajian ini disampaikan oleh Ketua DPD HKTI Provinsi Jambi, Sutan Adil Hendra, yang menilai bahwa penerapan WFH secara terbatas, seperti satu hari per minggu, mampu mengurangi mobilitas harian masyarakat yang selama ini menjadi salah satu penyumbang utama tingginya konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
“Pendekatan WFH ini memiliki efek ganda. Di satu sisi menekan konsumsi energi, di sisi lain membuka ruang efisiensi anggaran negara, khususnya pada subsidi energi,” ujar Sutan Adil Hendra (25/3) kemarin.
Menurutnya, dengan berkurangnya penggunaan kendaraan bermotor, konsumsi BBM nasional dapat ditekan secara signifikan. Hal ini pada akhirnya berdampak pada menurunnya beban subsidi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yang selama ini menjadi salah satu komponen pengeluaran terbesar pemerintah.
Lebih jauh, HKTI Jambi menekankan bahwa penghematan dari subsidi energi tidak boleh berhenti pada aspek fiskal semata. Dana yang berhasil dihemat, kata dia, harus dialihkan untuk memperkuat sektor produktif, terutama pertanian sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional.
“Efisiensi ini harus dikonversi menjadi investasi nyata di sektor pertanian, mulai dari subsidi pupuk, pembangunan infrastruktur pertanian, hingga peningkatan akses pembiayaan bagi petani,” tegasnya.
Kajian tersebut juga menyoroti dampak positif WFH terhadap lingkungan. Penurunan mobilitas kendaraan dinilai berkontribusi pada pengurangan emisi karbon, sejalan dengan komitmen pembangunan berkelanjutan.
Namun demikian, HKTI mengingatkan bahwa implementasi WFH harus diiringi dengan penguatan sistem digital, pengawasan kinerja yang optimal, serta penyesuaian pola kerja agar produktivitas tetap terjaga.
HKTI Jambi menyimpulkan bahwa WFH bukan sekadar kebijakan fleksibilitas kerja, melainkan bagian dari strategi ekonomi makro yang mampu mendorong efisiensi energi, memperkuat ketahanan fiskal, serta mempercepat pembangunan sektor pertanian di daerah dan nasional.(*)
Kajian HKTI : SAH Nilai WFH Jadi Strategi Efisiensi Energi dan Penguatan Sektor Pertanian
Kakorlantas: Volume kendaraan saat puncak arus balik capai 250 ribu
SAH Tegaskan Konsolidasi HKTI Tuntas April 2026, Saatnya Fokus Perkuat Petani Jambi
Momentum Lebaran, Sutan Adil Hendra Serukan Kebersamaan Melalui Halal Bihalal
SAH Gelar Open House Idul Fitri, Gubernur Jambi hingga Ulama dan Masyarakat Hadir




Polda Jambi Imbau Pemudik Utamakan Keselamatan Saat Arus Balik Lebaran 2026



