Harga Cabai Turun, Jambi Alami Deflasi 0,47 Persen di Awal Tahun 2026



Senin, 02 Februari 2026 - 17:15:11 WIB



Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Jambi, Susiawati Kristiarini.
Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Jambi, Susiawati Kristiarini.

JAMBERITA.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi melaporkan perkembangan indeks harga konsumen pada awal tahun. Berdasarkan data terbaru yang dirilis pada Senin (2/2/2026), Provinsi Jambi tercatat mengalami deflasi sebesar 0,47 persen secara month-to-month (m-to-m) pada Januari 2026.

Meski mengalami deflasi bulanan, secara tahunan (year-on-year) Provinsi Jambi masih mencatatkan inflasi sebesar 3,35 persen.

Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Jambi, Susiawati Kristiarini, menjelaskan bahwa deflasi ini dipicu oleh normalisasi harga pada sejumlah komoditas yang sebelumnya sempat melambung tinggi.

"Harga sudah kembali normal. Seperti cabai merah yang sebelumnya tinggi sekali, sekarang justru menjadi komoditas penahan utama deflasi karena harganya turun," ujarnya.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang deflasi terbesar dengan andil mencapai 0,66 persen, yang didominasi oleh penurunan harga cabai merah.

Di sisi lain, untuk inflasi tahunan (y-on-y), kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga memberikan andil terbesar, yakni 1,39 persen, dengan tarif listrik sebagai komoditas utama.

Komoditas lain yang juga mendorong inflasi adalah emas perhiasan (andil 0,88 persen) serta beberapa bahan pangan seperti daging ayam ras, telur ayam ras, dan ikan serai.

"Emas masih sangat berpengaruh. Secara tahunan, emas berada di peringkat kedua sebagai penyumbang inflasi tertinggi setelah tarif listrik," tambah Susiawati.

Meskipun kondisi saat ini dinilai masih aman karena berada di dalam rentang kendali, BPS mengingatkan pemerintah daerah untuk tetap menjaga stabilitas harga. 

Susiawati menekankan pentingnya pengendalian pasokan, terutama menjelang bulan ramadan.

"Kita harus waspada, jangan sampai harga cabai naik lagi saat memasuki ramadan dan lebaran. Saat ini harga ayam ras juga sudah mulai menunjukkan tren kenaikan mingguan. Pengendalian harga harus diperketat," pungkasnya. (tts)





Artikel Rekomendasi