JAMBERITA.COM - Transformasi digital yang melesat bak kilat ternyata menyimpan sisi kelam bagi dunia pendidikan. Rektor Universitas Jambi (UNJA), Prof. Helmi, menyoroti fenomena keretakan hubungan antara pengajar dan murid yang dipicu oleh kesenjangan kecepatan informasi.
Menurut Prof. Helmi, saat ini muncul tren di mana murid atau mahasiswa merasa lebih pintar dan cepat mendapatkan materi dibanding gurunya. Hal ini memicu pandangan skeptis bahwa pengajar "kurang update" atau tidak responsif, yang berujung pada rasa bosan di ruang kelas.
Menyikapi hal ini, Prof. Helmi menegaskan bahwa pendidikan moral di masa kini tidak bisa lagi dipenjara dalam empat dinding kelas."Terjadi kesenjangan moral digital dalam transformasi teknologi. Kita butuh adab sebagai landasan kebebasan di era digital. Insan pendidik harus mulai mengajarkan Literasi Moral Digital," tegasnya, Jum'at (23/1/2026).
Prof Helmi menekankan bahwa meskipun murid memiliki akses informasi yang tak terbatas, nilai-nilai kemanusiaan, kesopanan, dan etika berkomunikasi harus tetap menjadi prioritas utama. Lebih lanjut, Rektor UNJA ini mengingatkan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab kolektif. Di Indonesia, peran orang tua tidak bisa dipisahkan dari institusi pendidikan.
"Orang tua tetap memiliki kewajiban kontrol terhadap anak-anak kita. Jangan biarkan anak-anak hanyut dalam kebebasan digital tanpa bimbingan moral dari rumah," tambahnya.
Terkait maraknya isu hukum di dunia pendidikan, Prof. Helmi memberikan pandangan berimbang mengenai perlindungan profesi pengajar yaitu Perlindungan Hukum, Pengajar wajib dilindungi dalam menjalankan tugas profesinya agar tidak mudah dikriminalisasi saat mendidik.
"Namun perlu digarisbawahi bukan bearti kebal hukum, dan perlindungan tersebut bukan berarti pengajar bisa berbuat semena-mena. Kemudian tolak kekerasan, segala bentuk kekerasan yang tidak mendidik harus dihapuskan dari ekosistem pendidikan," tegasnya.
Di akhir opininya, Prof. Helmi mengajak seluruh elemen pendidikan untuk merapatkan barisan. Transformasi digital harus diimbangi dengan transformasi karakter. Tanpa adab, teknologi hanya akan menjadi alat yang menjauhkan manusia dari nilai-nilai kemanusiaannya sendiri.(afm)
Bupati Tanjab Barat Sambut Silaturahmi Pengurus JATMAN NU Provinsi Jambi
Perkuat Sinergi Daerah, Kanwil Kemenkum Jambi Mantapkan Kerja Sama dengan Pemkab Tanjab Barat
Rayakan Penurunan Aplikator Jadi 8%, Ratusan Driver Ojol Jambi Gelar Syukuran Bersama Edi Purwanto
Mahasiswa KKN UBR Posko 12 'Serbu' SMPN 43 Muaro Jambi, Beri Pesan Menohok Soal Rokok Hingga Anemia!
Emak-emak Antusias, Mahasiswa KKN UBR Bongkar Rahasia Tangkal Kanker Serviks-Diabetes di Desa Ramin
Mahasiswa KKN Tematik UBR 'Gempur' Masalah Kesehatan di Ponpes Jauharul Falah Al-Islamy


Perkuat Sinergi Daerah, Kanwil Kemenkum Jambi Mantapkan Kerja Sama dengan Pemkab Tanjab Barat

