JAMBERITA.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jambi mengimbau masyarakat waspada Demam Berdarah dengan melakukan pencegahan 3 M Plus. 3M Plus adalah tindakan yang dilakukan secara teratur untuk memberantas jentik dan menghindari gigitan nyamuk.
Kabid P2P Dinkes Provinsi Jambi Dr. dr. Ike Silviana, MKM, Sp.KKLP, FISQua mengingatkan masyarakat untuk dapat mengenali gejala awal penyakit DBD."Gejala awal mendadak panas tinggi selama 2-7 hari, kondisi badan pun tampak lemah dan lesu. Timbul bintik-bintik merah pada kulit, dan terasa nyeri pada ulu hati," katanya.
Gejala lebih lanjut adalah kadang-kadang terjadi pendarahan di hidung atau mimisan dan di bawah kulit, muntah atau buang air besar berdarah, bila sudah parah penderita gelisah tangan dan kaki dingin serta berkeringat bila tidak segera ditolong dapat menyebabkan kematian.
"Bila timbul gejala maka harus diberi minum sebanyak mungkin, kompres agar panasnya turun serta berikan obat penurun panas dan segeralah ke Faskes terdekat," tegasnya.
Ike juga menyatakan jangan terlambat untuk mencegah DBD dengan melakukan 3M Plus, yang terdiri dari menguras tempat penampungan air, menutup rapat semua tempat penampungan, memanfaatkan mendaur ulang barang bekas.
"Plus mencegah perkembangan nyamuk misalnya dengan memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menggunakan obat anti nyamuk, memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi, tidak menggantung pakaian di dalam kamar dan menaburkan bubuk larvasida pada penampungan air," pintanya.
Menurut Ike sampai Juni 2025 sudah terdapat 853 kasus DBD di 11 Kabupaten/Kota. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024 yaitu Januari-Juni 2024 terdapat 1405 kasus DBD. Kota Jambi memiliki jumlah kasus terbanyak dengan 315 kasus. "DBD dapat menimbulkan kematian, karena itu kita semua harus waspada terhadap gejala DBD dan segera membawa ke Faskes terdekat untuk mendapatkan perawatan," tambahnya.
“PSN dengan 3M Plus harus kembali digiatkan untuk mencegah maraknya kasus DBD. Peran Lintas Sektoral sangat diperlukan untuk menekan kasus DBD dan meminimalkan kematian. Dinas Kesehatan Provinsi juga meminta Dinkes Kab/Kota melalui RS dan PKM untuk segera melakukan tatalaksana sesuai SOP jika menangani kasus DBD," pungkasnya.(afm)
Mahasiswa Kehutanan UNJA Edukasi Pelajar SMPN 24 Jambi Tentang Konservasi Orang Utan
Mahasiswa UNJA Bedah Potensi Ekowisata Kehutanan ke Siswa SMPN 11 Jambi
Honda Forza Tampil Semakin Berkelas dengan Panel Meter TFT Baru dan Warna Eksklusif
AKBP Mat Sanusi Resmi Terima SK Kepengurusan KONI Jambi: Mari Tingkatkan Prestasi
Calon Komisaris dan Direktur PT JII Diwawancara Gubernur Jambi


Sekda Sudirman Buka Rakerda Pramuka 2026: Fokus Evaluasi Strategi, Kaderisasi Pemimpin Muda



