Pembukaan Agribisnis Membangun Desa (AMD) Simpang Limo: Masyarakat Bersatu Wujudkan Ketahanan Pangan



Senin, 21 Oktober 2024 - 08:22:28 WIB



JAMBERITA.COM- Sabtu, 19 Oktober 2024 Tim 1 AMD Desa Simpang Limo melakukan Acara Pembukaan Agribisnis Membangun Desa di kantor Desa Simpang Limo

Acara tersebut di hadiri oleh sekretaris jurusan yaitu Bapak Ir. jamaludin, M.Si., dosen pembimbing AMD Desa Simpang Limo oleh Bapak Ir. Elwamendri, M.Si dan Bapak Dr. Ir. Endy Effran, S.P, M.Si., sekretaris desa yaitu Bapak Rahmat, kepala dusun yaitu Bapak Muhammad Amir, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Simpang Limo dan perangkat desa lainnya. 

Acara ini mengangkat tema pertanian ramah lingkungan yang sesuai dengan judul program "Strategi Pemberdayaan Masyarakat Desa Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Keluarga Berbasis Pertanian Ramah Lingkungan Di Desa Simpang Limo Kecamatan Jambi Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi". Tim kami mengangkat tema pertanian ramah lingkungan dikarenakan ingin memanfaatkan limbah disekitar desa Simpang Limo seperti limbah sekam padi dan limbah rumah tangga (kulit bawang merah dan kulit bawang putih) yang akan dijadikan sebagai biochar, briket arang sekam padi, dan pestisida nabati. Dimana biochar bermanfaat untuk memperbaiki kualitas tanah dan briket arang sekam padi bermanfaat sebagai sumber energi alternatif yang lebih tahan lama dari arang biasa. Sementara pestisida nabati bermanfaat sebagai pengusir hama. Dengan menerapkan program pertanian ramah lingkungan yang akan di lakukan, kami akan mengaplikasikannya dalam lahan TOGA.

Di acara pembukaan AMD Bapak Ir. Jamaludin, M.Si selaku sekretaris jurusan menyampaikan untuk menitipkan mahasiswa di Desa Simpang Limo “kami mewakili pihak kampus ingin menitipkan mahasiswa Universitas Jambi yang melakukan MBKM Agribisnis Membangun Desa di Desa Simpang Limo untuk sama-sama saling belajar bukan mengajari” ujar Bapak Ir. Jamaludin, M.Si. Beliau juga menyampaikan untuk mahasiswa-mahasiswi agar berbaur dengan masyarakat “tim MBKM AMD ini harus mengerti keadaan desa, berbaurlah dengan masyarakat jangan berbuat sesuatu hal yang tidak diinginkan”. Dalam pembukaan AMD ini tamu undangan sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan program yang akan kami jalankan, seperti terdapat beberapa tamu undangan yang menyampaikan pesan untuk mengajak belajar bersama. Selain itu, Bapak Muhammad Amir selaku kepala dusun juga memberi keluhan tentang hama keong mas yang terlalu banyak di sawah dengan menyampaikan "keong mas di sawah kami terlalu banyak pak, bisa sampai setengah karung bahkan 1 karung lebih, bagaimana mengatasi hama tersebut". “Hama keong mas tersebut bisa dijadikan pupuk organik cair” ujar Bapak Ir. Elwamendri, M.Si. selaku dosen pembimbing.

Dengan adanya AMD ini bersama masyarakat dapat memecahkan permasalahan yang ada di desa dengan membuat pupuk organik dari limbah pertanian, dan diharapkan kedepannya masyarakat sudah mampu membuat pupuk organik secara mandiri serta diharapkan menjadi pendapatan tambahan dengan membuat pupuk organik dan perstisida nabati yg berbahan baku dari limbah pertanian.(*)





Artikel Rekomendasi