JAMBERITA.COM, KARIMUN – Desa Tanjung Hutan, Kabupaten Karimun, menjadi contoh nyata dalam mengimplementasikan konsep ekonomi hijau melalui pengembangan pertanian organik dan teknologi hidroponik. Melalui inisiatif yang didorong oleh kolaborasi antara pemerintah desa, Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi (FEB UNJA) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Karimun, desa ini telah berhasil mengoptimalkan sumber daya alam yang ramah lingkungan untuk menciptakan ekonomi yang lebih berkelanjutan.
Teknologi Hidroponik untuk Pertanian Berkelanjutan
Selain pertanian organik, Desa Tanjung Hutan kedepannya akan mencoba mulai mengadopsi teknologi hidroponik, sebuah metode pertanian tanpa tanah yang menggunakan air sebagai media tumbuh tanaman. Teknologi ini terbukti lebih efisien dalam penggunaan lahan dan air, menjadikannya solusi ideal bagi daerah yang memiliki jenis tanah gambut.
Kepala Desa Tanjung Hutan Arpandi, S.IP menjelaskan menanam sayuran di tanah gambut menghadirkan berbagai tantangan yang memerlukan perhatian khusus. Tanah gambut umumnya memiliki kadar keasaman yang tinggi dan kandungan nutrisi yang rendah, sehingga menyulitkan tanaman sayuran untuk tumbuh optimal tanpa penanganan tambahan seperti penambahan kapur dan pupuk organik. Drainase yang buruk menjadi masalah lain, karena tanah gambut dapat menahan air berlebihan, yang berisiko menyebabkan busuk akar. Selain itu, tanah gambut yang mengering sangat mudah terbakar, menciptakan ancaman kebakaran lahan yang serius bagi pertanian. Tanah gambut juga cenderung menyusut dan permukaannya bisa menurun saat dikeringkan, membuatnya kurang stabil untuk ditanami. Oleh karena itu, pengelolaan air yang cermat dan penggunaan teknik pertanian yang tepat sangat penting agar tanaman sayuran dapat tumbuh dengan baik di lahan gambut.
Menurut Rudziah Binti Mohd Darus SC., M.E dan Parmadi menekankan bahwa teknologi hidroponik merupakan bagian penting dari strategi ekonomi hijau di desa ini. “Dengan menggunakan hidroponik, kita tidak hanya meningkatkan hasil pertanian, tetapi juga meminimalkan dampak lingkungan. Metode ini sangat cocok diterapkan di Desa Tanjung Hutan karena bisa meningkatkan produktivitas meski lahan terbatas, tanpa merusak keseimbangan alam,” jelasnya.
Menurut Hardiani dan Dwi Hastuti , Zulgani, dan Juanidi menyatkan bahwa Pertanian Organik menjadi Pilar Ekonomi Hijau Sistem pertanian organik yang diterapkan di Desa Tanjung Hutan fokus pada penggunaan bahan alami, seperti pupuk organik, tanpa bahan kimia sintetis. Selain menjaga kualitas tanah, metode ini meningkatkan daya jual hasil pertanian, mengingat permintaan produk organik semakin meningkat.
Selanjutnya Hardiani dan Parmadi menyatakan bahwa Solusi Inovatif Teknologi hidroponik, yang menggunakan air sebagai media tanam, juga diadopsi untuk memaksimalkan lahan terbatas. Teknologi ini memungkinkan peningkatan hasil panen dengan penggunaan air yang lebih efisien, mendukung konsep pertanian modern yang berkelanjutan.
Menurut Warek 1 Universitas Karimun, Said Nuwrun Thasimmim, S.Ikom, M.Si melalui sinergi antara sektor pertanian dan teknologi modern, Desa Tanjung Hutan telah menunjukkan bagaimana ekonomi hijau dapat dioptimalkan untuk menciptakan kesejahteraan ekonomi yang berkelanjutan.

Diskusi Potensi Desa Tanjung Hutan
Dampak Ekonomi dan Sosial
Implementasi pertanian organik dan hidroponik di Desa Tanjung Hutan tidak hanya memberikan dampak positif terhadap lingkungan, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal. Masyarakat desa kini memiliki akses ke teknologi modern dan pelatihan kewirausahaan, yang membantu mereka mengoptimalkan hasil pertanian mereka dan membuka akses ke pasar yang lebih luas.
Kepala Desa Tanjung Hutan Arpandi, S.IP mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kolaborasi ini. “Pertanian organik dan teknologi hidroponik telah membawa perubahan besar di desa kami. Harapannya penerapan Teknik ini kedepannya agar pendapatan petani meningkat, dan desa kami menjadi contoh bagaimana ekonomi hijau dapat dijalankan dengan sukses,” tuturnya. Selain itu, diharapkan menjadi pijakan awal untuk membangun kerja sama yang lebih luas antara kedua universitas dalam berbagai bidang lainnya, sekaligus menjadi contoh sinergi antara lembaga akademis dalam memberdayakan masyarakat desa.
Dengan penerapan pupuk organik, masyarakat Desa Tanjung Hutan dapat meningkatkan kualitas tanah dan hasil pertanian yang sehat dan berkelanjutan, tanpa merusak ekosistem pantai. Langkah ini selaras dengan konsep desa wisata yang berkelanjutan, di mana aspek pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi berjalan beriringan.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah desa, Universitas Jambi, dan Universitas Karimun, dengan tujuan meningkatkan produktivitas pertanian dan memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat, sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata yang ramah lingkungan.

Foto Kondisi Lingkungan Desa Tanjung Hutan
Dengan implementasi pertanian organik dan teknologi hidroponik ini, Desa Tanjung Hutan telah membuktikan bahwa optimalisasi ekonomi hijau tidak hanya memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga menciptakan kesejahteraan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat. Ke depan, desa ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan ekonomi hijau yang dapat diterapkan di berbagai wilayah lain di Indonesia.
Sumber air panas juga berpotensi mendukung pertanian hidroponik atau aquaponik dengan memanfaatkan air yang sudah dipanaskan secara alami untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman. Hal ini bisa menjadi solusi untuk memperbaiki drainase tanah gambut yang sering terlalu lembab atau tergenang. Selain itu, air panas bisa digunakan untuk pengolahan pupuk organik melalui proses fermentasi yang lebih cepat, sehingga petani dapat memproduksi pupuk sendiri dengan lebih efisien.
Dengan integrasi antara potensi sumber air panas dan budidaya sayuran, Desa Tanjung Hutan tidak hanya bisa meningkatkan hasil pertaniannya tetapi juga memperkuat daya tarik pariwisatanya, menjadikan desa tersebut sebagai destinasi unik dengan kombinasi pertanian dan wisata alam. Ini membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat dan mendorong terciptanya ekosistem pertanian yang berkelanjutan.

Foto Potensi Sumber Air Panas di Desa Tanjung Hutan
Dari berbagai sumber menyatakan bahwa sumber air panas dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan agrowisata atau pertanian modern yang memanfaatkan teknologi geothermal farming, yaitu pemanfaatan panas bumi untuk mengatur suhu di lahan pertanian.

Foto Bersama di Kantor Desa Tanjung Hutan
Pertanian geotermal merupakan metode pertanian inovatif dan berkelanjutan yang semakin mendapat perhatian di sektor pertanian dalam beberapa tahun terakhir. Pendekatan ini memanfaatkan sumber daya air panas dan uap alami yang berasal dari bawah kerak bumi untuk mendukung kegiatan pertanian, terutama dalam pengaturan suhu tanah dan udara serta pengelolaan irigasi. Dengan memanfaatkan energi geotermal, petani dapat menciptakan kondisi yang lebih stabil dan optimal bagi pertumbuhan tanaman, terutama di daerah dengan iklim yang kurang mendukung atau lahan yang sulit, seperti tanah gambut.
Pemberdayaan Kesejahteraan Desa Wisata Pantai dengan Penerapan Pupuk Organik di Desa Tanjung Hutan
Romi Hariyanto Dijadwalkan ke Tebo, Yopi Muthalib All Out Menangkan Cagub Cawagub Merakyat 2024
Kundapil 8 ! SAH Terus Perkuat Silaturahmi Aspirasi ke Daerah Pemilihan Provinsi Jambi
Provinsi Religius, SAH Ingin Banyak Desa Jadi Lumbung Santri di Jambi
Ditresnarkoba Polda Jambi Musnahkan Barang Bukti Sabu dan Ekstasi Senilai Rp 8,7 Miliar


Genjot Kinerja Pembinaan Hukum, Kakanwil Jajaran Ikuti Arahan BPHN


