JAMBERITA.COM, KARIMUN – Desa Tanjung Hutan memiliki potensi alam yang luar biasa, yakni air panas. Potensi ini diharapkan dapat dioptimalkan melalui kerjasama strategis dengan program studi terkait di lingkungan Universitas Jambi (UNJA) dan Universitas Karimun, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Tanjung Hutan serta mengembangkan perekonomian lokal yang berkelanjutan.
Potensi Wisata Mata Air Panas sebagai Destinasi Wisata Desa Tanjung Hutan
Kepala Desa Tanjung Hutan Arpandi, S.IP menjelaskan keberadaan mata air panas yang dihasilkan dari keluarnya air tanah yang dipanaskan secara geotermal. Sumber daya alam ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata kesehatan (wellness tourism), yang saat ini semakin diminati oleh wisatawan. Mata air panas dipercaya memiliki manfaat kesehatan, sehingga dapat menarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk berkunjung.
Sumber energi panas bumi yang dikelola oleh pemerintah daerah Kabupaten Karimun. Terletak di Kecamatan Buru, Provinsi Kepulauan Riau, sumber air panas ini memiliki koordinat 103° 28’ 33.7" Bujur Timur dan 0° 51’ 42.6" Lintang Utara, dengan luas area sekitar 7 hektar. Air di lokasi ini memiliki pH 7.9 dan mengandung asam sulfat, serta berada di dalam hutan hujan tropis. Menurut Zulgani, Parmadi, Junaidi, Hardiani Pengabdian ini menekankan penggunaan energi panas bumi yang terbarukan untuk berbagai tujuan yang ramah lingkungan, dengan tujuan menjaga kelestarian alam. Informasi ini menunjukkan komitmen daerah tersebut dalam memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Pemberdayaan kesejahteraan Desa Wisata Pantai Tanjung Hutan, Kecamatan Buru, Kabupaten Karimun, melalui penerapan pupuk organik juga dapat memberikan manfaat khusus bagi lahan gambut yang ada di desa tersebut. Tanah gambut, yang umumnya memiliki karakteristik asam dan kaya akan bahan organik, memerlukan pengelolaan yang tepat agar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk pertanian. Dengan penerapan pupuk organik, kondisi tanah gambut dapat diperbaiki karena pupuk ini membantu meningkatkan kesuburan tanah, menstabilkan kadar asam, dan menjaga kelembapan alami tanah. Hal ini penting, mengingat pertanian di lahan gambut sering kali menantang karena sifatnya yang mudah terbakar dan tidak subur jika dikelola secara tidak tepat.
Penggunaan pupuk organik di lahan gambut juga mendukung upaya konservasi lingkungan, karena mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang dapat merusak struktur tanah dan mempercepat degradasi lahan. Dengan menjaga keberlanjutan tanah gambut, Desa Tanjung Hutan dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga ekosistem gambut yang berfungsi penting dalam menyerap karbon, sehingga turut berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim. Upaya ini, jika diintegrasikan dengan sektor pariwisata organik, akan menambah daya tarik wisata sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Diskusi di Kantor Desa Tanjung Hutan
Selanjutnya, Kepala Desa Tanjung Hutan Arpandi, S.IP menjelaskan bahwa pengembangan mata air panas ini dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat desa, terutama dengan adanya dukungan dari lembaga akademis. “Kami berharap Universitas Jambi, khususnya program studi yang berkaitan dengan pariwisata dan geologi, dapat bekerja sama dengan kami untuk mengembangkan sumber air panas ini menjadi objek wisata unggulan. Kerjasama ini diharapkan dapat menciptakan model wisata berbasis ekowisata yang ramah lingkungan,” ungkapnya.
Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan Desa Tanjung Hutan dapat menjadi destinasi wisata mata air panas yang terkenal, Upaya ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua desa melalui pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.
Pengembangan Desa Wisata yang Berkelanjutan
Menurut Hardiani dan Dwi Hastuti dalam Pengembangan Desa Wisata Pantai Tanjung Hutan tidak hanya berfokus pada aspek pariwisata, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian yang ramah lingkungan. Pemerintah desa bekerja sama dengan lembaga akademis dan praktisi untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang cara pembuatan dan penggunaan pupuk organik. Hal ini diharapkan dapat menciptakan siklus ekonomi yang berkelanjutan, di mana sektor pertanian dan pariwisata saling mendukung.
Kepala Desa Tanjung Hutan Arpandi, S.IP juga menyampaikan harapannya agar desa ini dapat menjadi destinasi wisata yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menjadi contoh pengembangan ekonomi hijau berbasis komunitas. “Kami ingin desa ini dikenal sebagai desa wisata yang peduli lingkungan, sekaligus memberdayakan masyarakat melalui pertanian organik,” tambahnya.
Dengan penerapan pupuk organik dan fokus pada pembangunan berkelanjutan, Desa Tanjung Hutan menunjukkan bagaimana integrasi antara pertanian dan pariwisata dapat menjadi kunci dalam menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat lokal serta menjaga ekosistem yang menjadi aset utama desa wisata.
Desa Tanjung Hutan, Kecamatan Buru, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, yang terkenal dengan keindahan alam pantainya, kini mengambil langkah signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya melalui penerapan pupuk organik. Inisiatif ini tidak hanya mendukung pertanian ramah lingkungan, tetapi juga memperkuat sektor pariwisata pantai yang menjadi daya tarik utama desa.
Pertanian Organik sebagai Pilar Ekonomi Hijau
Pertanian organik di Desa Tanjung Hutan menjadi salah satu pilar utama dalam membangun ekonomi hijau. Sistem pertanian ini tidak menggunakan bahan kimia sintetis, seperti pestisida atau pupuk buatan, melainkan mengandalkan metode alami yang lebih ramah lingkungan. Selain menjaga kesehatan tanah, pertanian organik juga mendukung keberlanjutan ekosistem di sekitar desa.
Parmadi,S.E., M.E menjelaskan bahwa pendekatan organik tidak hanya penting untuk lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena permintaan pasar terhadap produk organik terus meningkat. “Pertanian organik di Desa Tanjung Hutan telah membuka peluang pasar baru, baik secara lokal maupun internasional. Produk-produk organik dari desa ini kini memiliki daya saing yang lebih tinggi, terutama di pasar global yang semakin memperhatikan kualitas dan keberlanjutan,” ujarnya.
Pemberdayaan Ekonomi Lokal melalui Pertanian Organik
Selain berdampak positif pada lingkungan, Menurut Warek 1 Universitas Karimun, Said Nuwrun Thasimmim, S.Ikom, M.Si juga menyatakan bahwa penerapan pupuk organik di Desa Tanjung Hutan juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat. Kepala Desa Tanjung Hutan menyatakan bahwa inisiatif ini telah memberikan peluang ekonomi baru bagi para petani dan pelaku usaha lokal.
Menurut Rudziah Binti Mohd Darus SC., M.E dan Dwi Hastuti harapan kedepannya pupuk organik yang digunakan di Desa Tanjung Hutan berasal dari bahan-bahan alami seperti kompos dan limbah organik, yang memiliki keunggulan dalam menjaga kualitas tanah dan mengurangi pencemaran air. Dengan penerapan pupuk ini, pertanian desa tidak hanya berkontribusi pada peningkatan hasil panen, tetapi juga pada kelestarian lingkungan pesisir yang menjadi daya tarik wisatawan Zulgani, dan parmadi menambhakan dalam diskusinya.
Mahasiswa dapat terlibat langsung dengan petani lokal untuk memberikan pelatihan dan pendampingan tentang teknik pertanian organik, mulai dari penggunaan pupuk alami, pestisida organik, hingga metode pertanian berkelanjutan. Ini dapat membantu meningkatkan kualitas hasil pertanian dan membuka peluang ekonomi yang lebih baik bagi komunitas. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa internasioanl Jamshaid Ahmed, dan dua mahasiswa Universitas Jambi Wahdan Aidillah Amri Lubis dan Fadwa Rhogib Asfahani.(*)

Foto Bersama di Kantor Desa Tanjung Hutan
Romi Hariyanto Dijadwalkan ke Tebo, Yopi Muthalib All Out Menangkan Cagub Cawagub Merakyat 2024
Kundapil 8 ! SAH Terus Perkuat Silaturahmi Aspirasi ke Daerah Pemilihan Provinsi Jambi
Provinsi Religius, SAH Ingin Banyak Desa Jadi Lumbung Santri di Jambi
Ditresnarkoba Polda Jambi Musnahkan Barang Bukti Sabu dan Ekstasi Senilai Rp 8,7 Miliar
Polda Jambi Tetapkan 2 Anggota Polsek Kumpeh Ilir Jadi Tersangka Atas Meninggalnya Ragil Alfarizi


Genjot Kinerja Pembinaan Hukum, Kakanwil Jajaran Ikuti Arahan BPHN


