JAMBERITA.COM- Deputi Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional ( BKKBN) Dr. Drs.
Wahidin menyebutkan kuantitatif penduduk indonesia nomor 4 di dunia, tetapi secara kualitas sangat jauh.
Hal itu disampaikan saat menjadi narasumber di kegiatan dialog dan edukasi fasilitas kesejahteraan pekerja dan pelayanan keluarga berencana tahun 2024. Di BW Luxury Hotel, Kota Jambi. Kamis Malam (2/5/24).
"Ketika kita tidak berhasil menuntaskan stunting dan genrasi yang terus berlanjut, dibawah 2 tahun tidak diatasi suntingnya, dan pada saat masa kerja itu tidak baik produktivitasnya. kami dari BKKBN sebagai salah satu lembaga yang diberi mandat untuk menangani stunting menjadi sangat relevant karna kami ingin indonesia 2045 sehat secara fisik dan tidak stunting serta cerdas," kata Deputi Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN.
Lebih lanjut, ia menyebutkan semua perempuan yang akan menikah dan yang sudah menikah untuk terus diberikan edukasi dan mulai mengatur jumlah anak dan jarak kehamilan.
"Kami berharap bahwa seluruh karyawan terutama untuk karyawan perempuan yang bekerja di perusahaan bisa mengatur jarak ataupun jumlah anaknya, karna jika dia kemudian punya anak yang banyak tentu beban ekonomi atau hidupnya akan lebih banyak," jelasnya.
Sementara itu,Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan
Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga
Kerja Dra. Indah Anggoro Putri mengaku dirinya hadir di dalam kegiatan ini merupakan wujud kepedulian mereka terhadap peningkatan kualitas para buruh.
"Saya bersyukur karna kemarin tgl 1 mei kita merayakan hari buruh, alhamdulilah perayaan may day berlangsung. Dan kami hadir di Jambi untuk menunjukan kepedulian kami terhadap peningkatan kualitas terhadap pekerja buruh (setiap pekerja buruh berhak mendapatkan kesejahteraan)," ucapnya.
Selanjutnya dalam regulasi dan kebijakan teknis Kemenaker, pertama kesehatan pekerja, kemudian kesejahteraan anak-anak pekerja dan juga mencegah stunting bagaimana pekerja dan pengusaha terlibat dalam pencegahan stunting.
"Saya dan pak deputi sudah sepakat untuk mengaplikasikan MoU antara BKKBN dan Kemenaker agar tidak hanya jadi dokumen belaka, dan Jambi adalah provinsi pertama yang kami pilih untuk menindaklanjuti MoU tersebut," tuturnya.
Katanya, di momentum may day ini diisi dengan melakukan edukasi seperti sekarang ini mengenai kesehatan khususnya bagi tenaga kerja dan mencegah stunting. Malam ini dilakukan edukasi lalu besoknya pada pagi pihaknya akan melakukan prakteknya melayani kesehatan dan pelayanan keluarga berencana, dan juga akan ada pemeriksaan ibu hamil serta juga konsultasi, semuanya gratis diberikan oleh BKKBN.
"Lalu tgl 15 mei akan ada launching secara serentak pelayanan keluarga berencana bagi pekerja," ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi Sudirman mengatakan atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) pihaknya mengapresiasi pelaksanaan dialog dan edukasi yang telah terselenggara ini.
"Kami mengapresiasi pelaksanaan dialog dan edukasi ini mudah mudahan bisa mencerminkan bahwa pemerintah terus memperhatikan kesejahteraan para pekerja ataupun buruh," tutupnya.
Turut hadir mendampingi Deputi Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi Drs. Putut Riyatno dan stakeholder lainya. (*)
Beasiswa KSE UNJA Cari Mahasiswa Jujur, Bukan Cuma Pintar! 317 Peserta 'Dikuliti' di Wawancara
Keren! Tiga Srikandi FH UNJA Sukses Jinakkan Pemalsu Tenun Pakai Blockchain
Ikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional II, Kadiv Yankum Kanwil Jambi Siap Akselerasi Inovasi Hukum
Berbagi Cerita Membangun Ekonomi Hijau di Skema Perhutanan Sosial
Analisis Selevel Menteri, SAH Tegaskan Stunting Terkait Dengan Pendidikan Dan Upah Yang Layak
Kejati Jambi Tekankan Kedisplinan Siswa di Upacara Hardiknas 2024, Lexy: Waktu Tak Bisa Dibeli
