JAMBERITA.COM- Jadi korban pengeroyokan salah satu Tim Sukses (Timses) Calon Legislatif (Caleg) di Kota Jambi, Parcoyo Ketua RT 31 Kelurahan
Payo Lebar, kecamatan Jelutung, Kota Jambi dan anggota KPPS 23 harus mendapatkan perawatan medis.
Menurut informasi yang diterima awak media ini, kronologi peristiwa ini terjadi ketika sekelompok orang diduga dari Timses salah satu anggota calon legislatif di kota Jambi mendatangi TPS 23 yang berada dikawasan tempat tinggal Porcoyo.
Kedatangan Timses Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) ini sekitar pukul 23:30 WIB. Setiba di lokasi, anggota KPPS TPS 23 langsung menghubungi Parcoyo untuk memberitahu apa yang terjadi, setelah mendapatkan informasi tersebut tidak lama kemudian Parcoyo langsung turun ke lokasi.
"Awalnya keributan itu, saya sudah tidur jam 9 malam tidur di rumah itulah dibawah rumah saya itu TPS nya, saya tidur di lantai 2," kata Parcoyo, Kamis (15/2/24).
Lebih lanjut, Kata Parcoyo Timses Partai PKN Ini datang dengan massa aksi untuk memprotes bahwa mereka tidak terima akan jumlah suara yang diterima oleh partai mereka tidak sesuai dengan target.
"Saya ditelpon beberapa kali dak dengar karena sudah tidur. Terus ada anggota KPPS naik ke atas lantai 2 rumah manggil saya untuk turun," ucapnya.
Setelah Parcoyo turun ke lantai satu atau ke TPS 23, langsung menemui timses tersebut, sempat bincang-bincang namun tidak lama kemudian tiba-tiba timses tersebut menyerang Parcoyo. Akibat peristiwa tersebut Parcoyo harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
"Dia dengan muka sinis memperkenalkan diri. Dia bilang saya ini ketua partai PKN Provinsi Jambi, terus nanya saya nama bapak Percoyo ketua forum RT ya. Saya jawab iya," terangnya.
Percoyo menyebut, timses partai tersebut banyak melemparkan pertanyaan. Dirinya tidak terlalu sadar, karena baru bangun dari tidur.
"Saya sambil salaman sama dia, terus dia nanya bapak ada bermain ya. Tidak tau tiba-tiba saya dilempar pakai kursi, tidak tau siapa yang lempar, saya amati anggota beliau yang lempar," sebutnya.
Setelah pelemparan kursi, Percoyo belum bereaksi apapun. Kepalanya merasa dingin, ternyata darah sudah mengalir dari kepala. "Sekali aku pegang dengan tangan Ya Allah darah ngalir, itulah kejadian keributannya," tuturnya.
Usut demi usut, timses ini datang dan mempermasalahkan, karena suara Caleg nya tidak ada suara. "Tapi setelah di cek oleh ketua KPPS, ada suaranya 3. Intinya beliau itu, mempermasalahkan istrinya kok dak dapat suara, dalam hati saya kok nanya ke saya," ujarnya.
Akibat peristiwa tersebut, Parcoyo melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Jambi melalui keluarganya. (Tna)
Mahasiswa Kehutanan UNJA Edukasi Pelajar SMPN 24 Jambi Tentang Konservasi Orang Utan
Mahasiswa UNJA Bedah Potensi Ekowisata Kehutanan ke Siswa SMPN 11 Jambi
Mahasiswa Kehutanan UNJA Kenalkan 'Hutan Ajaib di Tepi Laut' ke Siswa SMPN 17 Kota Jambi
Rasa Syukur SAH Ketika Prabowo Gibran Unggul Mutlak di Jambi
Akses Menuju TPS Banjir, Sejumlah Warga Gunakan Perahu demi Nyoblos


Sekda Sudirman Buka Rakerda Pramuka 2026: Fokus Evaluasi Strategi, Kaderisasi Pemimpin Muda



