JAMBERITA.COM- Eks Pimpinan agen Miftah Safari Internusa (MSI) Tour Jambi Nur Habibullah kembali mendatangi kantor Kepolisian Daerah (Polda) Jambi pada Kamis (28/12/23).
Kedatangan eks Pimpinan agen Miftah Safari Internusa (MSI) Tour Jambi Nur Habibullah ini terkait dengan tindak lanjut dari laporan yang mereka laporkan kepada pihak Polda Jambi tentang kasus penelantaran 42 orang jemaah umrah asal Jambi di Jeddah, Arab Saudi beberapa waktu lalu.
"Pada dasarnya kami mempercayakan semuanya kepada pihak Polda Jambi untuk mengusut tuntas masalah jemaah umrah kami yang kemarin sempat tidak dapat tiket pesawat baik itu pergi maupun pulang," katanya.
Lebih lanjut, kata Habib kedatangan pihaknya hari ini untuk melanjutkan apa yang diarahkan oleh Polda Jambi dan ini merupakan pemanggilan yang kesekian kalinya.
"Kami datang kesini untuk kesekian kali, melanjutkan dari pada panggilan yang dilakukan oleh Polda Jambi kepada kami," jelasnya.
Kata Habib dari hasil pemeriksaan tadi pihaknya, diminta untuk mendatangkan saksi tambahan untuk memperkuat data dan melanjutkan kasus ini.
"Kami diminta lagi untuk mendatangkan lagi saksi. Dan saksi ini adalah dari agen tiket pesawat yang kemarin ikut serta membantu dan terkait ataupun terhubung dengan kasus ini," ungkapnya.
Sebagai informasi sebelumnya kasus penelantaran 42 jemaah umrah ini sudah masuk tahap penyelidikan, selanjutnya tahap penyidikan dan sebentar lagi akan dilakukan gelar perkara.
Habib kembali menegaskan bahwa pihaknya sepenuhnya menyerahkan kepada Polda Jambi kasus ini dan pihaknya juga akan mengumpulkan beberapa bukti dan bekas tambahan untuk serahkan pada tahap selanjutnya.
"Maka dari itu, hari ini kami didatangkan lagi kesini untuk dimintai keterangan lebih lanjut," sebutnya
Terkait dengan saksi dari pihak agen tiket pesawat, Habib menuturkan pihaknya akan lakukan komunikasi terlebih dahulu dengan beberapa saksi yang berhubungan dengan penerbangan terkait dengan keberangkatan dan kepulangan 42 jemaah umrah beberapa waktu lalu.
"Karena memang waktu itu, saya beli tiket secara mandiri dengan beberapa agen tiket pesawat yang kami mintai bantuan termasuk orang-orang ketiga penghubung yang membantu menghandle kami di Jakarta waktu itu. Nah itu kemungkinan besar nanti diawal tahun akan kami komunikasikan terlebih dahulu dan akan didatangkan ke Jambi," jelasnya.
"Kalaupun nanti tidak datang ke Jambi, kemungkinan besar penyidik yang akan ke Jakarta untuk mencarikan data secara langsung dan bertemu dengan para saksi yang kami tunjuk," tandasnya. (Tna)
Bawaslu Batang Hari Ingatkan Panwascam Untuk Fokus Awasi Distribusi Logistik
Jadi Korban Jambret, Seorang Mahasiswi di Jambi Terperosok kedalam IPAL
Pasca Dikabarkan Tenggelam di Sungai Batanghari, Kini Piter Ditemukan Tewas
DPRD Jambi Minta Pengoperasian Barcode BBM Subsidi Bermasalah Dihentikan



