JAMBERITA.COM- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jambi menggelar Workshop dan Diseminasi Studi Kasus dan Pembelajaran Baik Stunting di Provinsi Jambi tahun 2023, di Hotel Wiltop, Kota Jambi. Senin (27/11/23).
Dalam diseminasi studi kasus dan pembelajaran baik stunting, BKKBN Provinsi Jambi berkerjasama dengan perguruan tinggi di Jambi yang tergabung dalam Konsorsium Perguruan Tinggi Peduli Kependudukan (PTPK).
Dua tim peneliti dari perguruan tinggi tersebut telah melakukan studi kasus di dua Kabupaten yang berhasil dalam menurunkan angka stunting di Provinsi Jambi yaitu Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Kabupaten Muaro Jambi.
Adapun 2 pergi tinggi yang tergabung dalam PTPK yaitu pertama tim penyusun dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi dengan judul “Studi Kasus, Analisis Peran Stakeholder dalam Upaya Penurunan Percepatan Kasus Stunting di Lokus Kampung KB Berkualitas di Kabupaten Tanjung Jabung Barat” dan kedua tim penyusun dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi denga judul “Studi Kasus, Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Percepatan Penurunan Stunting pada Anak Usia di Bawah 5 Tahun di Lokus Kampung Keluarga Berkualitas Kabupaten Muaro Jambi”.
Sekretaris Badan BKKBN Provinsi Jambi
Yudi Hendra Musrizal, S.IP, MA menyampaikan praktik baik yang berhasil dipotret akan dijadikan model intervensi yang dapat diterapkan di desa/kelurahan kampung keluarga berkualitas lainnya yang terdapat di Provinsi Jambi.
Lebih lanjut, katanya sehubungan dengan telah selesai dilaksanakannya studi kasus pembelajaran baik stunting dan dilanjutkan dengan penyusunan rekomendasi kebijakan (policy brief) oleh 2 tim penyusun dari 2 perguruan tinggi. Maka untuk itu, perlu dilakukan diseminasi hasil studi kasus dan pembelajaran baik stunting di Provinsi Jambi tahun anggaran 2023.
"Selain itu pada pertemuan ini akan dipaparkan inovasi intervensi gizi sensitive dan gizi spesifik program percepatan penurunan stunting di Kampung Keluarga Berkualitas pada sasaran program, sehingga dapat dijadikan model intervensi yang bisa diterapkan di Kampung Keluarga Berkualitas lainnya di Provinsi Jambi maupun di Provinsi lainnya di Indonesia," katanya.
Sementara itu, Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Ahli Madya BKKBN Jambi Dr. Risma Mulia mengatakan bahwa berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh 2 tim ini, ternyata masing-masing kabupaten memiliki cara-cara yang berbeda dalam mengetaskan stunting.
"Pada Kabupaten Tanjung Jabung Barat setelah tim melakukan survei, kenapa angka stunting ini cepat turun itu karena Pemerintah Kabupaten terutama Bupatinya turun dan terlibat langsung dalam memberikan bantuan kepada warganya terutama melalui sedekah subuh yang dimana pada sedekah tersebut Pemkab memberikan bantuan sembako kepada warganya terutama keluarga beresiko stunting," jelasnya.
"Sementara itu, pada Kabupaten Muaro Jambi tim mendapati bahwa di kabupaten kader posyandu yang melakukan pendampingan, sosialisasi kepada masyarakat tentang stunting," lanjutnya.
Risma menegaskan bahwa hasil temuan yang didapatkan oleh 2 tim ini, akan diadopsi dan disosialisasikan kepada 9 Kabupaten/Kota lainnya yang ada di wilayah Jambi.
Kemudian, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jambi Arif Munandar menuturkan berdasarkan hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 prevalensi angka stunting Provinsi Jambi berada pada angka 18 persen dimana angka ini mengalami penurunan sekitar 4,4 persen dari tahun 2021. Pada tahun 2021 prevalensi angka stunting Provinsi Jambi berada diangka 22,4 persen.
"Hal ini patut kita syukuri dan tentunya hasil kerja keras kita semua secara kolaboratif dari berbagai pihak secara bersama-sama," sebutnya.
Namun, berdasarkan target nasional pada tahun 2024 prevalensi stunting ditargetkan turun dari 18 persen menjadi 14 persen.
"Dan target Provinsi Jambi diharapkan pada tahun 2024 akan turun menjadi 12,72 persen," ungkapnya.
Ia berharap hasil penelitian yang dilakukan oleh 2 tim peneliti ini akan menjadi rekomendasi kebijakan, serta program inovasi dan diterapkan di wilayah masing dan disesuaikan dengan kearifan lokal masing -masing wilayah.
"Praktik baik dan pembelajaran baik dari penelitian yang telah dihasilkan diharapkan mampu memberikan kontribusi dan eksternalitas positif dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi sehingga tujuan menciptakan Generasi Emas tahun 2024 mampu terwujud," pungkasnya. (Tna)
Terus Tanpa Henti, SAH Salurkan Santunan BPJS Ketenagakerjaan kepada Ahli Waris
Partisipasi Masyarakat Desa Maro Sebo Melalui Kegiatan Pengembangan Ekonomi Kreatif
Modernisasi dan Inovasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Desa Sumur Gedang Sungai Penuh
Kedapatan Lakukan Pelanggaran, Pertamina Bina 26 SPBU di Jambi




Kanwil Kemenkum Jambi Perkuat Layanan hingga Konsultasi ke Ditjen AHU

