Kesbangpol Sebut Masih Ada Perusahaan di Jambi yang Laporkan Tenaga Kerja Asing



Kamis, 28 September 2023 - 13:54:58 WIB



JAMBERITA.COM- Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jambi Apani Saharudin mengatakan masih banyak perusahaan yang lalai dan tak melaporkan jumlah tenaga kerja asing yang berkerja ditempat mereka.

Hal tersebut terungkap pasca Kesbangpol Provinsi Jambi menggelar Rapat Koordinasi Pemantauan Orang Asing dan Tenaga Asing di Provinsi Jambi tahun 2023 pada Rabu 27 September 2023 kemarin.

Pasalnya dalam rapat tersebut masing-masing instansi Kesbangpol Kabupaten Kota, Polda, BNNP, Kanwil Kemenkumham dan Disnakertrans Provinsi Jambi memiliki data-data yang berbeda terhadap jumlah tenaga asing ini.

Menanggapi hal tersebut, Apani meminta semua stakeholder terkait melakukan sinkronisasi data tenaga orang asing yang ada di Jambi.

Menurut data yang dimiliki Kesbangpol Provinsi Jambi jumlah tenaga asing yang terdata sampai dengan 31 Agustus 2023 lalu, itu berjumlah 173 orang tenaga kerja asing.

"173 orang tenaga kerja asing yang berkerja dari 49 perusahaan yang melapor," katanya.

Meskipun begitu, Apani menyebutkan bahwa dari 49 perusahaan tersebut masih ada perusahaan yang sampai hari ini tidak melapor.

"Masih ada ternyata, perusahaan-perusahaan itu yang tidak melaporkan," ucapnya.

Untuk mengatasi hal tersebut Apani akan segera merencanakan pertemuan dengan para perusahaan tersebut. "Inilah yang nanti kita akan upayakan pada saat memanggil semua mereka dan pada saat rapat koordinasi tim pengawasan orang asing yang akan dilaksanakan oleh Kanwil Kemenkumham mudah-mudahan tidak ada lagi perusahaan yang tidak melaporkan," paparnya.

Sementara itu, terkait dengan jadwal pertemuan dengan para perusahaan tersebut kata Apani dalam waktu dekat.

"Ini rencana insyaallah dalam waktu dekat akan kita laksanakan," tuturnya

Terkait dengan nama-nama perusahaan yang tidak patuh dalam melaporkan tenaga asing ini, Apani menyebutkan bahwa pihaknya belum mendapatkan data yang jelas.

"Kita belum jelas, perusahaan-perusahaan mana saja, tapi didata kita ada cuman kita belum tahu lengkap perusahaan-perusahaan itu yang mana saja rutin melaporkan," pungkasnya.(Tna)



Artikel Rekomendasi