Pendiri POPTI Ungkap 3 Macam Thalassemia Pada Anak, Ini Cara Menghindarinya



Jumat, 21 Juli 2023 - 20:31:21 WIB



Pendiri Yayasan sekaligus Ketua Umum POPTI Ruswandi (Topi Hitam) Saat Berdiskusi Bersama Pembina POPTI, Ketua dan Pengurus POPTI Jambi.
Pendiri Yayasan sekaligus Ketua Umum POPTI Ruswandi (Topi Hitam) Saat Berdiskusi Bersama Pembina POPTI, Ketua dan Pengurus POPTI Jambi.

JAMBERITA.COM - Ketua Umum Perhimpunan Penyandang Thalassemia Indonesia (POPTI) Ruswandi mengungkapkan cara melakukan pencegahan penyakit Thalassemia, berikut tiga macam penyakit Thalassemia atau kelainan darah pada anak.

"Thalassemia itu adalah penyakit kelainan darah, terkena sejak anak anak, tidak menular tapi dia menurunkan, diturunkan oleh kedua orang tuanya. Dan itu bisa di cegah, cara nya. Hindari lah perkawinan antara pembawa sifat dengan pembawa sifat," katanya setelah berdiskusi bersama Pembina POPTI Jambi Ratu Munawaroh beserta pengurus, Jum'at (21/7/2023).

Menurut Pendiri Yayasan Thalassemia Indonesia yang kurang lebih 40 tahun berjalan ini, pembawa sifat yang dimaksud ialah sejak lahir penyandang sudah membawa, sedikit berlainan dengan orang yang normal."Kalau yang normal, butir butir darah itu besar besar, tapi kalau yang pembawa sifat dilihat dari mikcroscop itu kecil kecil, makanya Thalassemia ada tiga macam," ujarnya.

Pertama, pembawa sifat artinya sejak lahir dia sudah membawa, dia tidak anemia melainkan normal, sebab tidak bisa dilihat dari kasat mata. Kedua adalah Thalassemia Intermedia yang anemia ringan dan hanya membutuhkan tranfusi darah 1 sampai 3 kali dalam setahun, itu terjadi pada orang dewasa.

"Ketiga, Thalassemia Mayor, ini namanya yang berat yang harus menjalani tranfusi darah setiap bulan dan seumur hidup karena obat nya sampai ini belum ada, dan membutuhkan biaya yang besar. Kenapa membutuhkan biaya besar, setiap orang yang sering mendapatkan tranfusi darah, yang terus menerus maka terjadi penurunan zat besi di dalam tubuh," tuturnya.

Ia pun menjelaskan, alasan kenapa terjadi penurunan terhadap tubuh, apabila terus menerus zat besi masuk ke dalam tubuh, bahkan berdampak buruk terhadap kesehatan organ tubuh lain jika berlebihan.

"Tubuh kita ada zat besi, karena transfusi masuk darah lain, sedangkan darah itu sekian persen terdiri zat besi, jadi dengan masuknya transfusi menambah zat besi dalam tubuh kita, sehingga berlebihan kalau berlebihan ini bahaya bisa merusak organ tubuh, antara lain, jantung, paruh paruh limpah, kulit ini bisa rusak nah ini harus dikeluarkan setiap hari," terangnya.

"Nah ini ada obat nya keolasi besi. Hanya untuk mengeluarkan zat besi, supaya organ tubuh normal ini mahal, harga nya satu anak masih kecil 5 sampai 10 juta kalau sudah dewasa bisa 15-20 juta per anak per bulan kalau kita tidak ada BPJS, ya sudah Innailaihi,"jelasnya.

Ia berharap Penguru POPTI Jambi dapat mengandeng Pemerintah Daerah (Pemda) dengan membuat program pencegahan dini dan disosialisasilan kepada masyarakat luas, terlebih di Provinsi Jambi sendiri sudah ada 87 penyandang Thalassemia."Saya berharap Pemda mengetahui bahwa di daerah nya ada Thalassemia, pengurus wajib menemui ntah itu Gubernur, Walikota dan Bupati agar mereka tahu, supaya bisa ayo sama sama cegah dengan program Promosi Kesehatan," tegasnya.

Ruswandi mengatakan POPTI sebagai organisasi kemanusiaan tentu punya keterbatasan untuk melakukan hal tersebut, melainkan harus mengandeng Pemda, kalau Dinas Kesehatan (Dinkes) sudah pasti, karena POPTI pasti dibawa Dinkes."Promkes kita belum ada, kalau organisasi tangan kita cuma dua, jadi yang tertinggi harus tahu. Kalau Pemerintah kan banyak tangan nya, dari Gubernur sampai ke RT/RW. Kita ngak bisa dan biaya, nah Pemerintah lah yang menganggarkan itu supaya masyarakat mengenal apa itu Thalassemia," pungkasnya.(afm)





Artikel Rekomendasi