BEM FH UNJA Turun ke Jalan, Bagi Masker di Tengah Kabut Asap Akibat Karhutla



Sabtu, 29 Agustus 2026 - 20:39:16 WIB



Foto : Suasana Pembagian Masker.
Foto : Suasana Pembagian Masker.

JAMBERITA.COM - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) Universitas Jambi (UNJA) menggelar aksi sosial pembagian masker gratis kepada masyarakat dan pengguna jalan di kawasan Telanaipura, Kota Jambi. Langkah ini diambil sebagai bentuk respon cepat atas bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti wilayah Sumatera, khususnya Provinsi Jambi, selama lebih dari sepekan.

Ketua BEM FH UNJA, Fadhel Adhiyaksa, menyatakan bahwa aksi turun ke jalan ini merupakan wujud solidaritas kemanusiaan sekaligus kepedulian sosial mahasiswa terhadap dampak kesehatan yang mengintai warga Jambi. Pemilihan kawasan Telanaipura dilakukan karena area tersebut merupakan salah satu pusat mobilitas dan aktivitas utama masyarakat.

"Mahasiswa hadir bukan hanya ketika persoalan muncul, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat yang ikut merasakan dampaknya. Kabut asap hari ini menunjukkan bahwa perlindungan lingkungan harus menjadi komitmen bersama, karena masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan udara yang bersih dan lingkungan yang sehat," tegas Fadhel.

Lebih lanjut, Fadhel menyoroti pentingnya pemenuhan hak konstitusional warga negara sebagaimana diatur dalam Pasal 28H ayat (1) UUD 1945. Menurutnya, negara berkewajiban menjamin lingkungan hidup yang baik dan sehat. Bencana karhutla yang berulang setiap tahun dinilai sebagai bukti belum maksimalnya aspek pencegahan dan pengawasan lingkungan.

BEM FH UNJA mendorong pemerintah beserta seluruh pemangku kepentingan untuk mengubah pola penanganan dari reaktif menjadi preventif. Fokus utama harus diarahkan pada penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku perusakan lingkungan, pengawasan ketat, serta pelibatan masyarakat dalam menjaga ekosistem.

Melalui aksi ini, BEM FH UNJA menegaskan bahwa gerakan mahasiswa tidak hanya terbatas pada ruang akademik dan penyampaian kritik kebijakan, tetapi juga mencakup tindakan nyata di lapangan. Mereka berharap aksi kepedulian ini memicu langkah konkret dari pemerintah untuk menyelesaikan persoalan karhutla secara permanen dan berkelanjutan.(afm)

Selengkapnya >>>www.unja.ac.id





Artikel Rekomendasi