JAMBERITA.COM - Pelatihan penguatan internalisasi dalam mengawal kebijakan Merdeka Belajar, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Jambi ditutup dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Ristek Feddy Djunaedi, Rabu (12/7/2023).
Dalam paparannya, Feddy Djunaedi secara jelas menyampaikan trik dan cara untuk mencapai suatu tujuan bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan, tidak mesti harus direncanakan dengan berkumpul seperti menggelar kegiatan di suatu hotel berbintang. Melainkan, harus banyak bergriliya di balik layar.
"Lakukan griliya dibelakang layar, jangan cuman formalitas doang, kalau Bapak Ibu tidak melakukan hal tersebut, nanti terjadi argumen di meeting formal yang mana dalam argumen itu adalah orang-orang yang tidak Bapak Ibu dekati sebelumnya sehingga target-kaget melihat paparan kita," ungkapnya.
Ia menjelaskan, ketika suatu internalisasi organisasi berkeinginan untuk memperbaiki suatu daerah dengan cara membawa proposal itu sebaiknya lakukan dengan cara mulai melakukan komunikasi yang efektif dari tingkat bawah sampai dengan ke tingkat Kepala Daerah."Kok gitu,? jadi ketika Bapak Ibu bawa proposal untuk memperbaiki kondisi di Jambi, ketemu kabid nya dulu, yang bawah dulu kita temui, minta pendapat nya, gimana nih kalau begini, kalau oke dikasih masukan, diskusi begini gitu, oke baru kita berencana mau ketemu Gubernur, Bupati mau Walikota, seperti ini tetap minta masukan lagi," ujarnya.
Menurut Feddy, dalam mencapai suatu tujuan dengan melakukan berbagai interaksi serta pembicaraan yang perlu dibahas, itu juga tidak mesti harus melakukan rapat pertemuan, melainkan dimana saja, dan kapan saja sekalipun di tempat tongkrongan biasa."Di warung kopi ngomong-ngomong di tempat yang enak, terserah dimana. Asal sudah selesai baru dideketin orang-orang yang akan diundang barulah meeting formal, mohon maaf ya sebetulnya kerja kerasnya bukan di situ juga saya sebelum ke menteri itu pasti udah griliya dulu baru minta persetujuan, ke Direktur nya, Dirjen, baru ke Menteri, jangan nanti setelah kita melakukan paparan paparan malah, paparan kita hanya di tonton karena tidak di mengerti dan tidak melakukan pendekatan komunikasi terlebih dahalu," katanya.
Lebih lanjut, Feddy menekankan supaya BPMP Provinsi Jambi mampu melakukan advokasi terhadap Pemda dengan lebih baik lagi sehingga kebijakan merdeka belajar di pusat bisa diimplementasikan dengan sebaik-baiknya di daerah Jambi."Masih banyak kesalahan kesalahan yang dilakukan dimana materi presentasi nya kurang materi kurang terstruktur cara melakukan advokasinya juga kurang bisa meyakinkan Pemda kita," tegasnya.
Ia berharap, kedepan BPMP Kemdikbud Ristek Provinsi Jambi jadi ke depan bisa lebih baik lagi, melakukan berbagai terobosan terobosan inovatif dengan persiapan yang matang atau perencanaan berbasis data, menganalisis masalah daerah dengan baik, sehingga bisa memberikan solusi-solusi yang bisa berdampak terhadap peningkatan mutu pendidikan di daerah, kata Feddy setelah itu dikemas dalam suatu materi yang terstruktur untuk kemudian bisa dipaparkan, di presentasikan baik di acara formal maupun informal dengan lebih baik lagi.
"Jadi jangan terlalu pengen perfect dulu, sempurna dulu baru mau melakukan kegiatan, karena kesempurnaan itu bisa didapat setelah melakukan kegiatan-kegiatan real (nyata) di lapangan secara terus-menerus, kalau gagal Enggak apa-apa, coba lagi berikutnya sampai nanti menjadi lebih expert lagi," jelasnya.(afm)
Pelantikan HKTI Jambi, Wamentan Sudaryono Ceritakan Kedekatan Sutan Adil Hendra dengan Presiden Prab
Komnas HAM Bakal Temui Gubernur Al Haris Bawa Daftar Dugaan Pelanggaran HAM di Jambi, Ini Jadwalnya
Perkuat Hak Kelompok Rentan, Kanwil Kemenkum Jambi Gelar Sinkronisasi Kebijakan Disabilitas & Lansia
KI Jambi Terima Laporan Sengketa Informasi Soal RTH Angso Duo, Sidang Perdana Digelar Senin Ini
Terima Silaturahmi Pengurus dan Panitia Rakerwil Bamag LKKI, Ini Pesan Kapolda Jambi


Pemerintah dan DPR Setujui RUU PPRT Disahkan Jadi Undang-Undang



