Kepala Rio di Desa Teluk Kecimbung Dilantik Secara Adat



Rabu, 22 Februari 2023 - 16:55:04 WIB



JAMBERITA.COM- Kemajuan zaman dan teknologi di era sekarang tidak memudarkan adat istiadat salah satu desa di Kabupaten Sarolangun. 

Hari ini, masyarakat Desa Teluk Kecimbung, Kecamatan Batin VIII, Kabupaten Sarolangun beramai-ramai, datang dan menyaksikan Pembukaan kegiatan Buka Pusako yang diartikan pergantian Rio atau pergantian Pimpinan Desa. Dan ini merupakan adat istiadat turun temurun dari masyarakat setempat.

Kegiatan ini buka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sarolangun Ir. Endang Abdul Naser.

Teluk Kecimbung (Sikumbang) merupakan sebuah desa yang terletak di Kecamatan Bathin VIII, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, Indonesia.

Acara Buka Pusako merupakan acara adat tradisi Desa Teluk Kecimbung. Adat dak boleh di asak, Pusako dak boleh di rubah. Adat jangan di asak orang lalu, Pusako jangan di ubah orang menempuh, begitulah kata orang terdahulu.

Acara adat tradisi ini dilakukan apabila pucuk pimpinan yaitu Rio atau yang dikenal sekarang adalah Kepala Desa maka akan dilaksanakan kegiatan seperti ini.

Menariknya Kepala pimpinan yang akan membuka kegiatan adat tradisi ini diharuskan mematuhi syarat yang ada yaitu di darahi dengan kambing ngirang dulu batu setelah itu barulah kegiatan ini bisa dibuka.

Menurut masyarakat setempat ada diantara Pusako tersebut, sudah ada berubah setiap di Buka. Dari pusako yang ada terdapat kain yg selalu berubah setiap pergantian Rio (Kepala Desa- read) warna ini akan menggambarkan keberlangsungan kepemimpinan Rio yang di pilih saat ini.

Diantaranya ada juga keris, Mongkok, Pinggan (Piring-read), Tombak, Senapan atau bedil punai duo sekawan. 

Abu Nawas merupakan Rio terpilih, dalam sambutannya, Ia mengajak masyarakat untuk bersama memegang adat dan menjaga keberlangsungannya. 

"Pada hari ini saya di lantik sebagai Rio dengan gelar Pemarap Parbu Dani, mari kito (kita-read) memegang adat bersendikan sarak, sarak bersendikan kitabullah, adat lamo jangan ditinggal," tuturnya.

Terselenggaranya kegiatan ini tidak lain tidak bukan atas dukungan dari Lembaga adat, para Tokoh Agama, Tokoh Adat, Pemerintah Desa, dan masyarakat setempat. (Tna)



Artikel Rekomendasi