Oleh: Fasha Arianadra*
Permasalahan sampah di Indonesia antara lain semakin banyak limbah sampah yang dihasilkan masyarakat, kurangnya tempat sebagai pembuangan sampah, sampah sebagai tempat berkembang dan sarang bagi serangga dan tikus, menjadi sumber polusi dan tempat hidupnya kuman kuman yang membahayakan.
Ada begitu banyak kegiatan manusia yang menghasilkan sisa berupa material tak berguna. Materi tersebut akan terus bertambah setiap hari selama manusia masih melakukan aktivitasnya. Material sisa itulah yang kemudian kita kenal dengan sampah. Kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan merupakan hal yang menimbulkan banyak kerugian bagi orang-orang. Apabila kegiatan membuang sampah sembarangan ini terus dibiarkan, maka yang terjadi adalah material sisa tersebut akan bertumpuk dan menimbulkan masalah serius.
Perilaku membuang sampah masih banyak ditemukan di Indonesia, tak terkecuali di Muaro jambi, Jambi. Buktinya tumpukan sampah rumah tangga masih ditemukan berserakan di pinggiran jalan tepatnya di dekat kampus UIN Sulthan Thaha Saifudin Jambi, sampah plastik, organik, dan sampah sampah lainnya bercampur menjadi satu. Seperti tidak ada rasa bersalah warga nekat membuang sampah sembarangan tanpa memikirkan efek samping padahal itu merupakan penyebab utama aroma bau busuk yang kadang suka tercium saat berkendara ditambah lagi cuaca saat hujan membuat sampah berserakan sampai kejalan raya tentu saja ini merupakan masalah yang sangat mengganggu kenyamanan dan juga merusak pemandangan. Warga memang dengan sengaja membuang sampah sembarangan dijalanan tanpa memikirkan akibatnya, ini dikarnakan tidak ada tempat pembuangan sampah. Bahkan sudah dipasang spanduk “jangan buang sampah disini” tapi percuma saja warga masih tetap saja membuang sampah disitu. Kadang sudah dibersikan oleh petugas kebersihan namun tetap saja warga masih membuang sampah ditempat itu juga, tanpa memikirkan perasaan yang membersihkan tempat tersebut, itu dikarnakan kurangnya kesadaran warga setempat. Yang membuat warga jengkel terkadang ada mobil batu bara rusak, supir batu bara tersebut sengaja mengambil sampah di pingir jalan tersebut untuk diletakan ditengah-tengah jalan sebagai petanda bahwa mobil sedang rusak. Ketika mobil batu bara tersebut sudah diperbaiki dan sudah bisa jalan dengan sengaja supir batu bara tersebut meninggalkan tumpukan sampah tersebut ditengah jalan, sehingga mengganggu pengendara yang berada dijalan.
Sampah yang berserakan di jalan itu sudah ada sejak lama. Sampah itu semakin banyak dan menumpuk dikarenakan oleh pengendara yang melintas. sehingga itu menjadi kebiasaan bagi masyarakat membuang sampah yang tidak pada tempatnya/ sembarangan. Sampah itu bahkan membuat kawasan jalan pelintasan tersebut terlihat kotor, jorok dan bau. Seharusnya ada tindakan tegas bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan dipinggir jalan tersebut.
perilaku membuang sampah sembangan ini telah melanggar nilai-nilai pancasila itu karena kebiasaan membuang sampah sembarangan sangat bertentangan dengan sila pertama karna setiap agama pasti melarang perbuatan buruk dan juga mengajarkan umatnya untuk mencintai kerbersihan karena bersih adalah sebagian dari iman. Membuang sampah pada tempatnya merupakan perilaku yang mencerminan dari nilai pancasila yakni sila ke-lima yang berbunyi keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. agar tercapainya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia maka dapat diwujudkan dengan cara tidak melakukan perbuatan yang bisa merugikan kepentingan umum atau orang lain, menghormati hak-hak orang lain serta senantiasa menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. Contoh penerapan sila ke-5 adalah membuang sampah pada tempatnya, apabila sampah dibuang sembarang seperti ke jalan maka akan menyebabkan datangnya bau yang tidak sedap dan juga mendatangkan penyakit serta dapat mencemari lingkungan dan menganggu orang lain.
Pemuda merupakan generasi penting dalam menciptakan SDM yang unggul Di provinsi Jambi
Ikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional II, Kadiv Yankum Kanwil Jambi Siap Akselerasi Inovasi Hukum
