JAMBERITA.COM - Enam orang pejabat eselon II resmi dilantik oleh Pj Bupati Muaro Jambi Bachyuni Deliansyah Jum'at (29/7). Dua diantaranya yaitu pejabat eselon dari lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi ditarik menduduki jabatan baru ke lingkup Pemkab Muaro Jambi.
Mereka yaitu Sukisno, sebelumnya menjabat sebagai Fungsional Umum Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jambi, kini menjabat ke jabatan baru sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Politik dan Hukum Pemkab Muaro Jambi.
Kemudian, Evi Sahrul sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Penataan Lingkungan Hidup Provinsi Jambi kini resmi dilantik menjadi Kepala Dinas Lingkungan Hidup di Pemkab Muaro Jambi. Seperti diketahui, mereka dilantik berdasarkan hasil lelang jabatan.
Bachyuni berharap mereka yang baru saja dilantik agar dapat bekerja menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya di lingkungan Pemkab Muaro Jambi."Yang tadinya orang-orang Muaro Jambi berkarir ke Provinsi dengan berat hati saya tarik lagi," katanya usai melantik 6 Pejabat di kawasan Candi Muaro Jambi, Jum'at (29/7/2022).
Selain itu, mereka yang juga dilantik berdasarkan hasil lelang jabatan yaitu, Kadis Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Faizal, Kadis Ketahanan Pangan Ardanus, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Firdaus. Sementara untuk Sekretaris Dewan Sutrisno dilantik berdasarkan rotasi karena jabatan tersebut sudah lama kosong.
"Satu minggu setelah dilantik tolong dibuat surat laporan, lakukan juga pembenahan, yang kedua lihat program 2022 yang belum berjalan, cek APBD-P nya program mana menjadi prioritas ya kan setelah itu bekerja," tegas Bachyuni.(afm)
Sidang Kasus Bahan Kimia Perumda Tirta Mayang: Eksepsi Terdakwa Heri Seret Nama Milasari Listya Dewi
Eksepsi Kasus Perumda Tirta Mayang Digelar, PH Sebut Dakwaan JPU Kabur & Hasil Audit BPKP Tidak Sah
Sidang Kasus Perumda Tirta Mayang Jambi : PH Mustazal Nilai Dakwaan JPU Kabur dan Salah Alamat
Pj Bupati Bachyuni Resmi Lantik 6 Pejabat Eselon II di Kawasan Candi Muaro Jambi
Jambi Memasuki Transisi Kemarau, Agustus Hingga Oktober 2026 Diperkirakan Menjadi Risiko Tinggi

