JAMBERITA.COM - Aliansi Mahasiswa kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernur dalam rangka menyambut satu tahun kepemimpinan Gubernur Jambi Al Haris -Abdullah Sani, Kamis (7/7/2022) siang.Presiden Mahasiswa (Presma) Unbari Jambi, Muhammad Muhlisin Yusuf menyampaikan satu tahun menjabat Gubernur Jambi memang ada beberapa progres, tetapi tidak signifikan dengan apa yang sudah dijadwalkan.
"Terkait Dumisake memang direncanakan berjalan pada April, tetapi kok, sampai hari ini masih sosialisasi kami dengar pendapat daripada Gubernur di media-media, bahwasanya memang beberapa kepala dinas dan instansi memang tidak begitu paham dengan apa yang menjadi program tersebut, ini kan jadi tanda tanya kalau memang Kepala Dinas atau instansi tidak paham dengan program tersebut, silahkan ganti saja kembali dinasnya, kan semuanya persoalan pengelola pemerintahan sebenarnya," jelasnya.
Seperti 1.000 tiang tower/internet gratis dan segala macam, sambung Mahasiswa, sampai hari ini hanya klaim 150. "Kita tidak melihat dimana titik-titik tower tersebut dan ada beberapa juga yang memang hari ini menjadi perhatian bagi mahasiswa, kemarin terkait jalan khusus, jangan seolah-olah mahasiswa ini digiring kepada opini opini yang ada di media sosial. Karena selama ini gubernur Jambi tidak memberikan kepastian terhadap apapun itu," ungkapnya.
"Contohnya terkait anggaran transparansi dana Covid, ada beberapa referensi yang mengatakan 500 miliar, ada yang 250 miliar, ada beberapa yang di alokasikan ke anggaran-anggaran instansi. Sampai hari ini kan kami tidak mengetahui ini kemana uang yang dianggarkan oleh APBN turun ke daerah itu sampai kemana, kita sampai sekarang tidak tahu, apalagi terlebih bahwasanya memang hari ini dengan apa yang kita bayarkan kepada pemerintah terkait pajak malah dianggarkan untuk penggunaan jalur-jalur koperasi," tegasnya.
"Hari ini kan kita sangat menolak keras itu terhadap apa yang dilakukan oleh pemerintah provinsi Jambi satu tahun pertama, maka kami berikan warning atau kartu kuning untuk pemerintahan provinsi Jambi agar sistem demokrasi yang berjalan di Provinsi Jambi ini berjalan dengan baik," tambahnya.
"Saya dari aliansi mahasiswa UNBARI tidak punya tendensi pribadi terhadap pemerintahan ini, terhadap Gubernur dan terhadap Sani juga, kami semata-mata hanya ingin mengontrol pemerintahan menjalankan tugas dan bentuk rasa cinta dan kasih sayang kami terhadap pemerintah provinsi Jambi," bebernya.
Selain itu, terkait dengan persoalan batubara ini menjadi sebuah tanda tanya besar dan ada beberapa poin-poin yang menjadi perhatian salah satunya adalah jalur khusus."Hari ini malah gubernur Jambi mengatakan tidak ada anggaran dari nasional untuk pembuatan jalur batubara untuk jalur khusus, padahal selaku orang nomor 1 di Provinsi Jambi mempunyai hak eksekusi," katanya.
"Beliau mampu memerintahkan daripada pimpinan pimpinan perusahaan untuk mengeluarkan dana-dana untuk membuat jalur khusus, tidak menggunakan APBD, masak kita kasih uang yang kita ambil daripada rakyat untuk perusahaan-perusahaan yang memang hari ini belum jelas kontribusi terhadap Provinsi Jambi, ini yang kita pertanyakan. Gubernur Jambi dan Wakil Gubernur belum punya itikad untuk menemui kami," jelasnya.
Berdasarkan penelusuran Jamberita.com, Kamis (7/7/2022) kemarin, Al Haris juga melaksanakan konfrensi pers di Audutorium Rumah Dinas Gubernur Jambi dengan mengusung tema refleksi Satu Tahun Jambi Mantap Al Haris - Sani. Dalam paparannya, Al Haris juga mengungkapkan persoalan yang sudah ada progres, termasuk jalan khusus batubara yang kini hanya baru sebatas jalan alternatif.
Kemudian, Al Haris juga membeberkan program unggulannya terkait dengan DUMISAKE, seribu tiang tower yang kini menjadi internet desa. Selanjutnya persoalan beasiswa, bedah rumah dan permasalahan kartu UMKM milenial dan emak emak yang belum terwujud.
"Saya kira jika ada masalah dan untuk hal lain tidak ada persoalan, saya siap bekerja untuk Jambi dan kalau ada hal-hal yang mungkin perlu menjadi bagian kami, kami juga membuka diri untuk masyarakat untuk datang kepada kami, memberikan masukan dan saran. Kenapa? karena kami ingin bangun Jambi ini dengan terbuka dengan bersama-sama dan kami yakin bahwa bersama tidak ada yang sulit, dengan keterbukaan tidak ada hal yang susah, yang penting kita tetap bangga menjadi warga Jambi," kata Al Haris di penghujung konfrensi persnya.(afm)
Mahasiswa Kehutanan UNJA Edukasi Pelajar SMPN 24 Jambi Tentang Konservasi Orang Utan
Mahasiswa UNJA Bedah Potensi Ekowisata Kehutanan ke Siswa SMPN 11 Jambi
WALHI Ungkap Dua Korporasi Dinilai Abaikan Masyarakat Lokal dan Keberlanjutan Lingkungan


Sekda Sudirman Buka Rakerda Pramuka 2026: Fokus Evaluasi Strategi, Kaderisasi Pemimpin Muda



