SAH Ingatkan KEMENAKER Bahwa Perjuangkan Kesetaraan GENDER Belum Selesai



Senin, 20 Juni 2022 - 07:07:31 WIB



JAMBERITA.COM- Aspiratif dan Konstruktif penyampaian Anggota Komisi IX DPR RI Dr. Ir. HAR Sutan Adil Hendra, MM Kementerian Ketenagakerjaan agar bisa menghilangkan bias gender yang ada di dunia kerja, baik pegawai, industri dan sektor informal lainnya maupun tempat layanan publik lainnya. 

Menurut Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI ini dengan begitu, kesetaraan terhadap perempuan dapat tercapai dan akhirnya dunia menjadi lebih beragam, adil, inklusif, dan bebas dari stereotip maupun diskriminasi.

Pernyataan ini disampaikan SAH saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Eselon I Kementerian Ketenagakerjaan (16/6/22) kemarin. Menurutnya program pengarusutamaan gender melalui Instruksi Presiden No.9 tahun 2000 yang mengakomodir perempuan untuk memiliki peran yang lebih penting dalam pembangunan nasional.

“Dalam pagu anggaran Kemenaker 2023 ini saya ingatkan, saya tahu bahwa penemuan ini masih belum selesai. Karena bicara gender, saat ini populasi di Indonesia laki-laki dan perempuan jumlahnya mendekati 50 persen berbanding 50 persen. Namun, jika dilihat dari seluruh peranannya, masih banyak yang harus diperjuangkan oleh perempuan untuk menuju acara yang disebut dengan Beasiswa Bapak Beasiswa Jambi tersebut.

Dalam hal ini SAH mengatakan stereotip gender bahkan masih menguat pada jabatan-jabatan di sektor publik termasuk pemerintahan. “Misalnya saja jabatan menteri Ketenagakerjaan. Lebih banyak dianggap ini bukan sebagai pekerjaran perempuan. di belahan dunia menteri yang menangani ketenagakerjaan adalah laki-laki.

Selanjutnya SAH mengatakan Kementerian Ketenagakerjaan harus terus berjuang untuk menghambat penghambatan yang menjadi ancaman bagi pemberdayaan perempuan khususnya di dunia kerja.

Antara lain, melalui kebijakan dan regulasi yang bertujuan untuk memperbaiki situasi dunia kerja agar semakin memiliki keberpihakan kepada perempuan, mulai dari kebijakan anti diskriminasi dalam hal upah, hak dan perlakuan, perlindungan terhadap hak-hak perempuan hingga mendorong untuk membuat fasilitas yang dapat mendukung kinerja perempuan. misalnya fasilitas menyusui, katanya.(*/sm)





Artikel Rekomendasi