Mewujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Berkualitas dan Berkeadilan



Jumat, 20 Mei 2022 - 10:42:46 WIB



Oleh: Risma Hapsari,S.ST., M.Si.*

 

 

Baru saja (09/05/2022) BPS Provinsi Jambi merilis data pertumbuhan ekonomi Jambi kondisi Triwulan I-2022. Perekonomian Provinsi Jambi berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 63,46 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 38,53 triliun.

Ekonomi Provinsi Jambi triwulan I-2022 terhadap triwulan I-2021 mengalami
pertumbuhan sebesar 4,64 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha
Jasa Perusahaan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 16,13 persen. Dari
sisi pengeluaran, Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) mengalami
pertumbuhan tertinggi sebesar 7,63 persen.

Ekonomi Provinsi Jambi triwulan I-2022 terhadap triwulan IV-2021 mengalami
kontraksi sebesar 1,88 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, kontraksi terjadi pada
sebagian besar lapangan usaha, dengan kontraksi terdalam pada Lapangan Usaha
Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 14,74
persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi
Pemerintah (PK-P) mengalami kontraksi terdalam sebesar 61,21 persen.

Pertumbuhan ekonomi dikatakan berkeadilan jika implikasi hasil pembangunan terhadap penurunan kemiskinan dan pengangguran juga mampu mengurangi kesenjangan sosial antarkelompok masyarakat/wilayah.

Pada September 2021, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Provinsi Jambi yang diukur oleh Gini Ratio adalah sebesar 0,315. Angka ini menurun 0,006 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2021 yang sebesar 0,321 dan menurun 0,001 poin dibandingkan dengan Gini Ratio September 2020 yang sebesar 0,316. Gini Ratio di daerah perkotaan tercatat sebesar 0,347 dan di perdesaan sebesar 0,284. Hal tersebut menunjukkan bahwa ketimpangan pengeluaran di perkotaan lebih tinggi dibandingkan perdesaan.

Semakin kecilnya nilai koefisien rasio gini mengindikasikan bahwa ketimpangan pendapatan antarmasyarakat di Provinsi Jambi semakin mengecil pada periode tersebut. Meskipun tren pertumbuhan ekonominya meningkat dan mengarah pada pertumbuhan yang berkeadilan, akan tetapi isu kemiskinan, kesenjangan sosial, dan ketimpangan antarwilayah masih menjadi persoalan serius di Provinsi Jambi.

Dalam upaya memacu pertumbuhan yang berkeadilan, pemerintah perlu memperluas dan memacu penyelesaian pembangunan proyek-proyek infrastruktur pada wilayah dengan tingkat ketimpangan antarwilayah dan kemiskinan yang tinggi. Pemerintah juga perlu memperkuat pembangunan usaha mikro, kecil, dan menengah untuk memperkuat basis ekonomi kerakyatan. Upaya tersebut memiliki dampak yang luas terhadap penurunan kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan serta peningkatan kesejahteraan.

Pertumbuhan ekonomi kita dikatakan berkualitas jika pertumbuhan itu diperoleh dari tumbuhnya semua kegiatan ekonomi, terutama yang banyak digeluti oleh masyarakat secara luas. Bukan hanya terjadi pada aktivitas padat modal atau dari sektor-sektor yang tidak mempunyai dampak luas dalam penyerapan tenaga kerja. Pertumbuhan ekonomi yang bertumpu dari hasil penjualan produk usaha padat modal atau usaha yang menjual barang-barang mentah keluar negeri/ekspor, seringkali dinilai tidak/kurang berkualitas.

Barang-barang mentah yang diproses dan diolah agar nilainya lebih tinggi, lalu dalam pengusahaannya dapat menyerap tenaga kerja yang banyak, serta dapat merangsang tumbuhnya unit-unit usaha pendukung kemudian hasilnya diekspor, maka pertumbuhan ekonomi yang terjadi adalah pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

Apakah pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi sudah termasuk berkualitas?

Jumlah angkatan kerja di Jambi Februari 2022 sebanyak 1,85 juta orang, bertambah

17 ribu orang dibanding Februari 2021. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 68,86 persen atau naik 1,56 poin.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Februari 2022 sebesar 4,70 persen turun 0,06 persen poin dibandingkan dengan Februari 2021. Penduduk bekerja sebanyak 1,76 juta orang, meningkat sebanyak 17 ribu orang dari Februari 2021. Jika dibandingkan dengan Februari 2021 sektoryang mengalami penurunan terbesar adalah pertanian (turun 4,51 persen poin), sedangkan sektor yang mengalami kenaikan terbesar adalah sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 3,15 persen poin.

Sebanyak 1,075 juta orang (61 persen) penduduk bekerja pada kegiatan informal. Selama setahun terakhir, pekerja informal turun sebesar 1,74 persen poin dibanding Februari 2021. Dalam setahun terakhir persentase pekerja setengah pengangguran turun sebesar 1,3 persen poin, sedangkan pekerja paruh waktu naik 7,5 persen poin.

Terdapat 85,77 ribu orang terdampak Covid-19 atau 0,03 persen. Terdiri dari pengangguran karena Covid-19 (6,1 ribu orang), BAK karena Covid-19 (2,47 ribu orang), sementara tidak bekerja karena Covid-19 (3,72 ribu orang) dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena Covid-19 (73,48 ribu orang).

Terlihat bahwa pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi mempunyai dampak dalam penyerapan tenaga kerja. Hal ini terlihat pada jumlah pengangguran yang terus menurun pada periode tersebut.  

Oleh karena itu, pemerintah sebaiknya terus mendorong pertumbuhan yang bersifat produktif dan menyerap banyak tenaga kerja, bukan pertumbuhan yang bersifat  capital intensive. Sektor pertanian masih menjadi faktor penting dalam perekonomian Indonesia, sehingga pemerintah perlu memberikan perhatian khusus terhadap sektor ini. Selain itu, diperlukan program pelatihan khusus dalam meningkatkan keterampilan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan sektor industri. Pemerintah juga perlu memberikan pelatihan dan bantuan di bidang kewirausahaan bagi tenaga kerja yang tidak terserap dalam sektor  industri.

Maka, kerja-kerja untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi berkualitas dan berkeadilan inilah yang harus dilakukan oleh pemerintahan terkait. Sehingga, pertumbuhan ekonomi yang meningkat akan diikuti dengan penurunan angka pengangguran, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.(*)

 

 

Penulis adalah: Statistisi Ahli Muda, BPS Provinsi Jambi*



Artikel Rekomendasi