JAMBERITA.COM, MERANGIN - Kades Biuku Tanjang Pandri keberatan putusan Lembaga Adat, BPD, Perangkat desa dan tokoh Masyarakat.
Ini terkait dugaan penangkapan dirinya oleh warga yang disebut sedang bersama Janda di semak.
Menurutnya keputusan dilakukan sepihak tanpa mengkonfirmasi ke dirinya.
Bahkan Pandri menduga putusan itu dilakukan ditumpangi lawan politik tahun 2020 dulu.
"Karena yang menghampiri saya waktu lawan politik saya, di Pilkades 2020, "ungkap Kades Biuku Tanjung Pandri.
Pandri menceritakan kronologis, waktu itu diri sedangkan keluar dan ketemu bersama janda dan berhenti.
" Waktu itu berhenti di jalan. kami bukan berzinah, jelasnya ini ada unsur politik lawan Pilkades, yang menghampiri saya pertama lawan,"ungkap Pandri
Setelah kejadian itu, BPD lembaga adat dan pegawai dan perangkat berunding, tapi tokoh adat memutuskan satu ekor kambing.
"Seharusnya BPD harus bertanya kepada bersangkutan... Tapi Mereka memutuskan sepihak, dan tidak mencari pakta sebenarnya,"jelas Pandri.
Sebelumnya berendar grub WA Warga Tangkap Kades Dalam Semak Bersama Janda
Didalam video tampak, warga mengatakan sebagai Rajo desa harus mencontoh perilaku yang baik.
Saat ditanya warga Biuku Tanjung, "Kades pun menjawab sedang duduk saja atas motor" ungkap Kades Biuku Tanjung.
Dilanjutkan warga menanyakan, "Ngapain disemak-semak ditengah malam, apa maksud kalian berdua ini dilakukan,"ucap warga di video itu.
Sementara Kadis Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD), Andre saat dikonfirmasi masih menunggu laporan camat Bangko.
"Kita masih menunggu laporan camat Bangko. Jika hutang adat dilakukan seekor kambing, berakti tunggu proses pemberhentian," ungkap Kadis BPMPD Andre. (oli)
Pansus : Konflik Lahan Antara Kelompok Tani dan PT.WKS Mulai Ada Titik Terang
TPP Sekda Merangin Cair Rp 25 Juta per Bulan, Gaji Honor Turun Rp 214 Ribu
Perancang Kanwil Kemenkum Jambi Kawal Penuntasan Ranperda Insentif & Kemudahan Penanaman Modal

