Pentingnya Manajemen Bagi Sebuah Tempat Pariwisata



Rabu, 06 April 2022 - 10:32:12 WIB



Oleh: Adalah Abdul Jamil Al Rasyid*





Manajemen merupakan sebuah proses perencanaan, pengarahan serta pengorganisasian sebuah organisaai untuk mengatasi agar berjalannya organisasi tersebut. Ketika individu atau kelompok perlu manajamen dalam sebuah kehidupan.

Misalnya secara individu manajemen yang paling dekat dengan kita adalah waktu. Ketika seseorang bisa dengan baik melakukan manajemen terhadap kegiatan serta waktu yang dia miliki maka dia tidak akan rugi dalam kehidupan. Begitu juga dengan organisasi, perlu ada manajemen yang baik untuk organisasi tersebut agar organisasi tersebut berjalan dengan lancar sesuai dengan visi dan misi organisasi.

Tempat pariwisata adalah sebuah tempat yang digunakan untuk berekreasi atau hiburan bagi seseorang yang mana tempat rekreasi itu tentu memiliki sebuah hal yang indah, sejuk dan ramah untuk pengunjung. Banyak rekomendasi tempat untuk pariwisata misalnya pantai, air terjun, wisata kuliner dan lainnya. Tempat pariwisata tentu penting untuk orang yang ingin melakukan wisata. Karena setiap orang yang hidup pernah melakukan perjalanan wisata, karena wisata atau dikenal oleh orang-orang dengan jalan-jalan merupakan sebuah hal yang digunakan untuk bersenang-senang serta menghilangkan penat.

Maka dari hal tersebut tentu tempat wisata adalah elemen yang paling penting untuk melakukan sebuah wisata yang ada.

Sedangkan Manajemen Pariwisata adalah suatu bidang ilmu yang mempelajari wisata itu sendiri mulai dari perencanaan, pengendaliam serta pergerakan yang ada di tempat wisata tersebut. Tempat pariwisata tentu wajib memiliki manajemen yang baik apabila ingin tempat tersebut mengalami kemajuan. Karena tempat pariwisata adalah sebuah tempat yang mana tempat tersebut wajib dikelola oleh sebuah organisasi tertentu atau masyarakat sekitar tempat pariwisata tersebut. Karena manajemen ini adalah elemen yang mendasar serta penting, ketika tempat pariwisata itu gagal dalam sebuah manajemen maka tempat pariwisata itu akan juga gagal dalam menjalankan serta menghasilkan uang, maka pariwisata disebut dengan bisnis.

Kenapa manajemen penting bagi tempat pariwisata? Tentu jawaban dari hal ini adalah hal yang utama, karena tanpa manajemen tempat pariwisata itu tidak akan bisa dikelola dengan baik juga misalnya banyak pemalakan liar, tempat parkir mahal dan semacamnya. Banyak tempat pariwisata yang tidak memiliki manajemen yang baik seakan-akan mati suri karena tidak memiliki manajemen yang baik. Setiap tempat pariwisata tentu memiliki pengelola-pengelola yang mengatur tempat pariwisata tersebut. Misalnya mengatur harga tiket, parkir, pedagang yanh ada di dalam tempat pariwisata tersebut. Maka halnini adalah sebuah hal mendasar yang perlu diketahui oleh semua orang yang menjadi pengelola tempat pariwisata.
Banyak tempat-tempat pariwisata yang gagal dalam manajemen ini maka gagal juga tempat wisata itu berkembang. Contoh nya dulu ada di kampung penulis sebuah air terjun. Awalnya tentu ada organisasi pemuda yang mempelopori gerakan pariwisata ini, organisasi inilah yang awalnya mengatur semua mulai dari tiket masuk tempat parkiran dan lainnya.

Tetapi hal tersebut tidak berlangsung lama karena banyak faktor yang menyebabkan organisasi tersebut bubar. Faktor yang utama adalah orang yang sudah tidak berkunjung lagi tempat tersebut. Pada saat itu sudah tidak bisa dibendung lagi karena organisasi tempat pariwisata itu hidup karena wisata air terjun tersebut. Ketika ada suatu wisata banyak orang yang datang bahkan pemerintah pada saat itu sudah setuju dengan tempat wisata itu dijadikan tempat wisata permanen bahkan pemerintah setuju untuk membuat jalan untuk kendaraan ke daerah itu. Tetapi hal ini dibarengi dengan orang yang sudah tidak berkunjung lagi dan bahkan orang kampung juga tidak setuju dengan hal tersebut. Ketika jalan akan dibuat maka hal ini membuat masyarakat tuan tanah tentu tidak akan memberikan izin. Hal ini lah yang membuat kegagalan serta kegagalan juga yang ada di tempat wisata air terjun tersebut.

Dari kasus diatas dapat kita katakan bahwa pariwisata itu ibarat sebuah pisau karena bisa saja memberikan berkah bagi kehidupan di sebuah tempat, bahkan bisa juga menjadikan sebuah tempat tersebut tidak lagi dikenal namanya. Ketika sebuah tempat memiliki sebuah tempat pariwisata maka hal tersebut akan membuat dua kemungkinan diatas tersebut terjadi. Hal tersebut terjadi karena adanya dukungan pemerintah yang baik bahkan pemerintah memberikan apresiasi terhadap tempat pariwisata tersebut sebuah jalan. Tentu bisa saja hal tersebut juga mati seakan-akan tidak bisa diingat lagi oleh orang lain bahwa ada tempat pariwisata di tempat tersebut.

Tempat pariwisata adalah sebuah proyek bagi sebuah tempat, maka hal ini adalah sebuah bisnis. Ketika manajemen pariwisata tersebut bisa dilakukan dengan baik, maka hal tersebut bisa menjadi baik bahkan bisa membuat ekonomi di tempat itu akan naik. Karena harga barang di tempat pariwisata itu lebih mahal sedikit dibandingkan dengan harga di pasar. Pariwisata juga bisa menjadi berkah baik secara ekonomi, sosial dan lainnya. Maka hal ini(pariwisata)perlu dijaga dengan baik karena tempat pariwisata itu adalah anugrah bagi sebuah daerah. Tetapi berbeda halnya dengan contoh kasus diatas, hal tersebut mungkin terjadi kurangnya sosialisasi yang diterima masyarakat tentang pariwisata serta kurangnya koordinasi antara masyarakat dengan organisasi yang membawahi pariwisata tersebut.

Untuk itu manajemen pariwisata itu penting bagi sebuah tempat pariwisata. Masyarakat perlu tahu bahwa ketika di suatu daerah ada tempat yang agak unik atau lainnya, bisa saja tempat itu menjadi tempat wisata yang baik. Sumber daya manusia masyarakat perlu digaris bawahi bahwa setiap daerah sebenarnya memiliki tempat yang ingin dikunjungi tetapi hal tersebut terkadang dengan pemikiran dari masyarakat itu tidak elok, maka hal tersebut tidak juga elok. Seperti kasus diatas bahwa gagal dalam mendapatkan sebuah jalan tentu perlu diperhatikan oleh masyarakat karena kegagalan-kegagalan yang disebabkan hal kecil tersebut membuat orang atau kelompok yang tidak bisa melakukan manajemen yang baik terhadap suatu tempat wisata tersebut maka hal itu bisa saja membuat keuntungan bagi masyarakat tempat pariwisata itu. Pemerintah sudah memberikan perhatian tetapi masyarakat tidak mau menerima hal tersebut. Kita bisa apa?(*)



Penulis adalah: ahasiswa Sastra Minangkabau FIB Unand Angkatan 2019, Anggota Lembaga Mahasiswa Jurusan(LMJ) Sastra Minangkabau, Anggota Forum Diskusi Rangkiang Pedia, Penulis Juga Berdomisili Di Padang Pariaman, Sumatera Barat, Santri Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas  Patamuan Tandikek*



Artikel Rekomendasi