Oleh: Abdul Jamil Al Rasyid*
Tetap adalah suatu hal yang selalu ada di tempat darimana dia ditetapkan. Tetap artinya tentu bersedia selalu disitu. Tetap juga adalah wajib selalu hadir tanpa memandang alasan apapun. Setiap orang tentu perlu ketetapan dalam kehidupan. Begitu juga dengan tetap selalu ada misalnya. Tetap selalu mematuhi protokol kesehatan misalnya. Tetap disini juga berkaitan dengan aturan yang dibuat. Makanya tetap adalah suatu hal yang wajib dilakukan oleh setiap orang.
Bahagia adalah suatu perasaan tentram yang dimiliki oleh seseorang dan disebabkan oleh berbagai hal.
Setiap orang berhak merasakan bahagia dan juga wajib merasakan bahagia. Perasaan bahagia tentu dirasakan dengan ketentraman diri seseorang baik secara lahir maupun batin. Orang yang bahagia tentu bisa dilihat dari wajahnya, sikapnya dan pemikiran nya. Ketika seseorang mendapat suatu kebahagiaan maka pikiran orang tersebut akan selalu dinanungi dengan hal yang positif, lebih sering ketawa dan tidak berlebihan dalam menanggapi suatu masalah.
Tentu ada hubungan antara tetap dengan bahagia. Hubungan yang jelas yaitu tetap tentu adalah suatu hal wajib dilakukan dan berkaitan dengan suatu aturan. Aturan tentu adalah sebuah yang mengikat. Dalam kehidupan tentu bisa dikaitkan dengan kebahagiaan. Kebahagian juga merupakan kewajiban bagi kita karena dengan tersenyum saja kita bisa bahagia dilihat orang. Jangan pernah kita tidak tersenyum kepada semua orang. Kewajiban kita untuk bahagia didepan orang.
Ketika misalnya kita sedang dalam merasakan sakit maka kita juga tetap aja bahagia. Tentu perasaaan bahagia berlawanan dengan perasaan sedih atau sakit. Karena hal ini adalah kita belajar untuk tetap bahagia walau perasaan kita sendiri itu sakit, jangan pernah tampakkan perasaan kita didepan orang banyak. Karena itu bisa saja membuat orang lain menilai kita.
Hidup lah kita dengan seceria mungkin walau kita sedang dalam keadaan bersedih atau sakit misalnya.
Kita tentu pernah merasakan kesakitan, karena kesakitan ini kita banyak belajar baik itu cara mengantisipasi dan juga bagaimana ketika kita sakit itu seakan-akan kita baik-baik saja. Hal ini perlu ditanamkan dalam diri kita ketika kita mengarungi kehidupan. Karena hal ini adalah suatu hal yang sulit ketika bersedih itu kita bawa bahagia. Jangan pernah perlihatkan bahwa kita lemah ke semua orang. Jangan pernah kita lakukan seperti itu karena itu bisa saja menjadi penghambat kita untuk terlihat bahagia.
Bahagia tentu kita yang merasakan, kita adalah manusia yang perlu kebahagian baik hidup diatas dunia maupun di akhirat. Orang yang bahagia adalah orang yang bisa memainkan perasan dia sendiri. Maksudnya orang yang bisa menyembunyikan perasaan dia walaupun dia sakit. Hal ini adalah salah satu hal yang patut dicontoh ketika kita dilanda kesedihan.
Kita harus bisa memainkan perasaan kita walau itu adalah pekerjaan yang munafik di mata seseorang. Orang yang munafik tentu tidak baik tetapi hal seperti ini perlu juga ditanamkan.
Sangat jarang orang yang mengakui bahwa dia itu sedang bersedih misalnya. Karena hal ini adalah suatu hal yang baik untuk menyembunyikan kesedihan. Jangan akui bahwa kita sedang bersedih dengan orang lain karena orang yang peduli terhadap kita itu sedikit dan orang yang tidak peduli sama kita itu banyak.
Jangan berharap sama manusia untuk peduli karena teman itu hanya banyak teman ketika tertawa saja. Ketika kita bersedih biasanya teman itu ikut juga menertawakan kita.
Untuk itu dari hal-hal kesedihan dan juga pergaulan maka kita bisa belajar bahwa hidup itu perlu bahagia.
Kita tetap bahagia walaupun kita dilanda masalah yanh berat sekalipun, orang yang bahagia adalah orang yang bisa tertawa dimana saja, begitu juga dengan orang yang sedih kita harus bisa juga tertawa.
Jangan terlalu pikirkan kesedihan kita, jangan juga ditampakkan karena tidak semua orang yang peduli dengan kita. Sangat jarang orang yang peduli dengan kita ketika kita sedih. Maka bahagialah walaupun sakit melanda kita.(*)
Penulis Adalah: Mahasiswa Sastra Minangkabau FIB Unand Angkatan 2019, Anggota Lembaga Mahasiswa Jurusan(LMJ) Sastra Minangkabau, Anggota Forum Diskusi Rangkiang Pedia, Penulis Juga Berdomisili Di Padang Pariaman, Sumatera Barat, Santri Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas Patamuan Tandikek


Kanwil Kemenkum Beri 'Paham' Pemprov Jambi Soal Jabatan Fungsional di Bidang Hukum

