Unja Gelar Pelatihan dan Pendampingan Pengolahan Cocofiber dan Cocopeat Orentasi Ekspor



Selasa, 02 November 2021 - 12:13:57 WIB



Foto Bersama
Foto Bersama

JAMBERITA.COM- Tim program Inovasi Wira Desa Universitas Jambi menggelar Pelatihan dan pendampingan pengolahan produk cocofiber dan cocopeat berorientasi ekspor pada Desa Manunggal Makmur Kecamatan Kuala Jambi Tanjab Timur.

Ada 4 kegiatan yang dilakukan yakni  Pelatihan kewirausahaan, Pelatihan manajemen Usaha (aspek manajemen), Pelatihan produksi cocofiber dan cocopeat dan Pendampingan untuk pemasaran produk coofiber dan cocopeat melalui fasilitasi ke asosiasi pengolahan sabut kelapa.

Adapun Pelatihan kewirausahaan dan Pelatihan manajemen Usaha digelar pada 31 Oktober 2021. Dua kegiatan lainnya akan dilanjutkan awal November ini.

Tim Pelaksana Program diketuai  Dr. Rike Setiawati, SE, MM, Anggota :

Dr. Besse Wediawati, SE, M.Si, Dr. Zulfina Adriani, SE, M.Sc, Dra. Erida, M. Si,Hendriyaldi, S.Pd., MM.

Ketua program Dr. Rike Setiawati, SE, MM mengatakan berdasarkan hasil diskusi dengan Kepala Desa, Bapak Mudakir, serta Ketua penggerak PKK Desa Manunggal Makmur dan sejumlah anggotanya, Desa mempunyai keinginan besar untuk mengolah sabut kelapa yang saat ini masih terbuang dan cenderung menjadi limbah/sampah di desa.

Suasana Pelatihan

Keinginan ini muncul terinspirasi dari beberapa kunjungan yang dilakukan oleh kades dan perangkatnya ke desa-desa lain di Bandar Lampung dan Sumatera barat (pasaman) yang telah memiliki pabrik pengolahan Sabut kelapa.

"Disana sabut kelapa diolah menjadi beberapa produk turunan yang bernilai tinggi kualitas ekspor dan telah berhasil melakukan pemasaran produk ke luar negeri (ekspor), diantaranya adalah produk cocofiber dan cocopeat," katanya.

Namun, karena keterbatasan pengetahuan mengenai cara membuat produk cocofiber dan cocopeat dan belum ada pembinaan dari pihak terkait relevan disamping keterbatasan jaringan pemasaran, menjadikan potensi dan keinginan Desa untuk mengolah sabut kelapa menjadi produk bernilai tinggi belum dapat terealisasi.

Selain potensi sabut kelapa, Desa Mnunggal makmur juga memiliki Potensi Unit ekonomi yaitu Bumdesa Manunggal Jaya telah berdiri sejak tahun 2018 namun belum memiliki aktivitas utama yang dapat menghasilkan dan memberikan efek pengganda bagi peningkatan kesejahteraan desa.

Suasana Pelatihan

Keberadaan Bumdesa semestinya dapat menjadi penggerak untuk industri pengolahan sabut kelapa di Desa Manunggal Makmur.

Permasalahan dan potensi serta peluang limbah sabut kelapa menjadi produk andalan yang bernilai tinggi dan berorientasi ekspor serta Bumdesa yang belum bergerak produktif sebagai unit ekonomi menjadi pintu masuk bagi program pengabdian dengan proyek wirausaha desa.

Ini dengan memfasilitasi transfer pengetahuan kewirausahaan dan manajemen usaha, transper keahlian pengolahan sabut kelapa serta menumbuhkan usaha pemula berbasis sabut kelapa di desa dan memfasilitasi jaringan pemasaran berorientasi ekspor melalui kegiatan “Pelatihan dan Pendampingan Pengolahan Cocofiber dan Cocopeat Berorientasi Ekspor Di Desa Manunggal Makmur”

Sehingga tujuan dari program ini adalah terjadinya transfer pengetahuan kewirausahaan dan manajemen usaha dari Tim pengabdian kepada masyarakat desa (petani kelapa dan ibu-ibu PKK) dan Pengurus Bumdes.

Terjadinya transfer keterampilan proses pengolahan sabut kelapa dari tim ahli (Asosiasi Pengolah Sabut Kelapa Indonesia) kepada masyarakat desa.

Kemudian, tumbuhnya usaha pemula (start-up) sentra produksi sabut kelapa yang dipayungi oleh Bumdes. Terciptanya jaringan pemasaran produk pengolahan sabut kelapa (Cocofiber dan Cocopeat) berorientasi ekspor dengan Asosiasi Sabut Kelapa Indonesia.

Mudakir selaku Kepala Desa Manunggal Makmur, menyatakan bahwa Program pelatihan ini sangat sesuai dan mendukung program kepala desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Ini melalui pengolahan sabut kelapa yang sangat mengedepankan potensi lokal desa, yaitu limbah sabut kelapa yang selama ini sangat terbuang.

"Saya sangat optimis mengingat LPPM UNJA telah tiga tahun concern di desa nya untuk membantu agar kegiatan ekonomi masyarakat manunggal makmur ada yang tumbuh menjadi usaha produktif dan dapat menggerakkan BUMDES yang selama ini belum produktif,"pungkasnya.(*/sm)



Artikel Rekomendasi