JAMBERITA.COM - Covid-19 melandai dan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan pendisiplinan Protokol Kesehatan (Prokes) yang ketat dimulai di tingkat SMA/SMK khususnya di wilayah Kota Jambi.
Akan tetapi sangat disayangkan, bukan malah tambah giat belajar setelah lama tidak masuk sekolah karena wabah Corona, melainkan malah terlibat tawuran antar pelajar.
Ini terjadi di wilayah Kota Jambi, dimana sebanyak 25 pelajar dari SMA/SMK hendak melakukan aksi tawuran tetapi cepat diamankan pihak kepolisian.
Untuk diketahui, pelajar tingkat SMA/SMK merupakan kewenangan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jambi. Sejauh ini belum ada komentar dari kejadian ini.
Kapolsek Kota Baru Kompol Afrito Marbaro mengatakan 25 pelajar tersebut diamankan di kawasan Mayang Mangurai Kota Jambi saat akan melakukan aksi tawuran.
Namun, aksi para pelajar tersebut diketahui oleh pihak kepolisian sehingga para pelajar berhamburan melarikan diri.
"Jadi mereka ini lagi kumpul di dekat Mall Jamtos hendak menyerang sekolah lain yang belum diketahui. Namun kumpulan pelajar ini di bubarkan polisi dan mereka melarikan diri ke arah Mayang dan berhasil diamankan personil Polsek Kota Baru di samping RS Abdul Manap Mayang," katanya, Senin (1/11/2021).
Kompol Afrito menjelaskan, dari 25 pelajar yang diamankan saat hendak melakukan aksi tawuran tersebut, merupakan pelajar dari berbagai SMA/SMK yang ada di Kota Jambi.
"Dominannya banyak pelajar dari SMKN 3, namun ada juga pelajar dari SMKN 9 Lurah (Sembilu) dan pelajar dari SMA 4 Kota Jambi yang kita amankan," tuturnya.
Kompol Afrito juga mengatakan selain mengamankan 25 pelajar, pihaknya juga turut mengamankan sejumlah senjata tajam (Sajam) diantaranya 1 buah daubel stick dan 1 buah stick.
"Saat para pelajar ini berhamburan hendak diamankan senjata tajam ini kita temukan dari lokasi bukan dari tangan para pelajar tersebut dan belum kita ketahui siapa pemilik senjata tajam ini," ungkapnya.
Terkait motif dari aksi tawuran pelajar tersebut diduga beruntun dari perkara SMK 3 dengan SMA 6, yang mana SMK 3 di serang oleh orang tidak di kenal sehingga terjadi aksi tawuran.
"Aksi tawuran ini beruntun dari aksi tawuran sebelumnya yang mana perkara SMK3 dan SMA6 sehingga terjadi aksi balasan penyerangan sampai saat ini," terangnya.
Kini 25 pelajar yang diamankan tersebut dilakukan pembinaan dan pendataan di Polsek Kota Baru dan selanjutnya langsung di serahkan kepada orang tua masing-masing.(afm)
Semangat Sinergi, Bupati Anwar Sadat Canangkan Bulan Serengkuh Dayung Serentak Ke tujuan 2026
SAH Ulang Tahun ke 58, Pengurus dan Kader Gerindra Jambi Doakan Menjadi Pemimpin yang Menginspirasi
Mengapa Hanya Saya? Jeritan Hati Mustazal Mencari Keadilan di Sidang Perumda Tirta Mayang Jambi
Ketua Ombudsman RI Lantik Saiful Roswandi Jadi Kepala Perwakilan Jambi
SAH Ingatkan Pentingnya Membumikan Pancasila di Tengah Pandemi
Minimalisir Antrean Mobil Truk Di SPBU, Pembelian Solar Dibatasi 30 Liter Satu Truk
Mengapa Hanya Saya? Jeritan Hati Mustazal Mencari Keadilan di Sidang Perumda Tirta Mayang Jambi



