Kapolda Jambi Gelar Rakor Penanggulangan Kebakaran Akibat Ledakan Sumur Minyak Ilegal



Rabu, 22 September 2021 - 19:48:18 WIB



JAMBERITA.COM - Kapolda Jambi Irjen Pol A Rachmad Wibowo memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) penanggulangan kebakaran akibat ledakan sumur minyak illegal Drilling di Ruang kerjanya, Kota Jambi, Selasa (22/9/21).

Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Mulia Prianto mengatakan, dalam rapat tersebut, pihak nya membahas soal rencana dan strategi dalam penanggulangan insiden kebakaran.

Menurut nya, dalam peninjauan lokasi kebakaran sumur ilegal drilling mengalami blow out dan terbakar dengan ketinggian api kurang lebih 30 sampai 50 M, posisi sumur bor berada di lereng bukit sehingga aliran minyak terbakar mengalir ke bawah dan terbawa aliran sungai kecil.

"Akses jalan menuju TKP sumur terbakar tidak dapat dilalui oleh transportasi darat tidak ada jalan yang lebar untuk dilalui oleh mobil dan akses jalan motor perlu dilakukan perbaikan," ungkapnya, Rabu (22/9/21).

Sementara itu, dalam penanggulangan kebakaran ini Kapolda telah mengintruksikan tim gabungan untuk melakukan pemadaman dan juga telah melakukan pengecekan dengan menggunakan helikopter untuk melihat dimana posisi jalur terdekat menuju ke lokasi.

Serta menyampaikan strategi dalam pemadaman yakni membuat agar api tidak merambah ke sebelahnya dengan membuat perimeter dengan menggunakan alat berat.

Dari kejadian ini, Mulia mengatakan dari kasus ini untuk menjadi pembelajaran yang berharga bagi warga masyarakat, khususnya yang di berada lokasi illegal drilling, untuk memahami betapa besar dampak dan risiko akibat kegiatan tersebut.

Dirinya kemudian menghimbau kepada masyarakat untuk menghentikan aktivitas pengeboran sumur Ilegal drilling, karena ancaman hukuman kepada pelaku kegiatan usaha ini sesuai UU No 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi dengan ancaman pidana 6 tahun penjara.

“Aparat kepolisian akan melakukan tindakan penegakan hukum,” jelasnya.

Sebelumnya, Senin (21/9/2021) kemarin Kapolda Jambi Irjen Pol A Rachmad Wibowo bersama rombongan telah melakukan peninjauan ke lokasi yang terbakar. Dimana akibat ledakan tersebut telah terjadi kebakaran hutan sekitar 2 Hektar (HA).

Peristiwa tersebut berada di Desa Bungku Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari tepatnya di wilayah Konsensi PT. AAS.(afm)





Artikel Rekomendasi