Catatan Dewan Juri Lomba Vlog Se- Provinsi Jambi



Jumat, 02 Juli 2021 - 20:03:08 WIB



Oleh: Putra Agung

Pekan lalu, saya bersama Mas Hanafi (jurnalis LKBN ANTARA) dan Bang Henry Nursal (Youtuber/Ketua PWI Kota Jambi) didapuk sebagai juri Lomba Vlog Tingkat Remaja Se-Provinsi Jambi oleh UPTD Museum Siginjei.

Secara personal, ini kali kedua saya dan Mas Hanafi diberi kepercayaan oleh UPTD Museum Siginjei Jambi untuk melakukan penjurian vlog. Alhasil, kami dapat mengkomparasi proses maupun hasil perlombaan antara 2020 dan tahun 2021.

Berikut sejumlah catatan dan masukan yang mungkin bermanfaat demi peningkatan kualitas maupun kuantitas karya vlog di Provinsi Jambi pada masa yang akan datang.

CATATAN
1. Komparasi Tahunan
Secara kuantitas, jumlah peserta vlog tahun 2021 menurun jika dibandingkan dengan jumlah peserta pada tahun 2020. Beruntung, dari sisi kualitas, karya para peserta lomba vlog tahun 2021 lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

2. Pahami Juknis
Dalam mengikuti sebuah perlombaan, para peserta seharusnya mengetahui, membaca dan memahami petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan oleh panitia.

Hal ini penting agar para peserta memahami syarat, kewajiban, tema hingga teknis lomba. Termasuk mengetahui kriteria penilaian, durasi karya serta batas waktu pengiriman karya. Membaca dan memahami juknis berarti sudah mendekatkan diri pada kemenangan.

3. Miliki Konsep
Sebelum membuat sebuah vlog, sebaiknya para peserta telah memiliki konsep agar proses pembuatan vlog dapat fokus dan terarah.

Mempunyai konsep juga akan memudahkan para vloger untuk menggali hal-hal yang menarik yang sesuai dengan tema lomba sehingga vlog yang dihasilkan tidak hanya edukatif tetapi juga kreatif sekaligus menghibur.

4. Lakukan Riset
Melakukan riset yang teliti dan terukur merupakan salah satu keharusan dalam setiap proses kreatif. Hal ini penting agar bisa mengetahui dengan jelas subjek vlog yang hendak diambil, data yang diperlukan hingga materi pendukung lainnya yang bisa menunjang video blog yang hendak dibuat.

Terlebih lagi bila vlog tersebut hendak diikutsertakan dalam perlombaan, sudah barang tentu harus mengikuti petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan panitia. Sebuah kegembiraan rasanya vlog yang dibuat dinyatakan sebagai pemenang bukan?

5. Kuasai Peralatan
Membuat sebuah vlog bisa memakai berbagai jenis alat rekam. Mulai dari ponsel, kamera DSLR hingga kamera video canggih pun dapat digunakan.

Apapun jenis peralatan yang dipakai, menguasi detail dan fitur peralatan menjadi sebuah keharusan. Semisal memakai ponsel untuk membuat vlog, maka vloger harus mengetahui kualitas kamera ponsel agar dapat menghasilkan rekaman video yang bagus.

Menguasai peralatan membuat kita paham sekaligus memanfaatkan fitur-fitur apa saja yang dibenamkan pada sebuah ponsel. Apakah ponsel tersebut memiliki fitur stabilizer, saturasi warna bahkan kondisi baterai juga menjadi hal yang 'enteng' namun penting.

6. Komposisi Konten
Dalam membuat vlog, apalagi yang diikutsertakan dalam sebuah lomba, tidak boleh sembarangan atau serampangan. Menguasai komposisi teknis dan konten mesti diperhatikan.

Mulai dari, komposisi pencahayaan yang memadai, sudut pengambilan gambar, teknik pemotongan gambar hingga distorsi audio harus jadi pertimbangan.

Selain itu, jangan abaikan data informasi yang harus disampaikan dalam sebuah vlog. Penggunaan teks harus jelas namum tak berlebihan sehingga penyampaian informasi dapat dilakukan dengan singkat, tepat dan padat.

HARAPAN
Kepada para pelajar dan remaja, saya berharap agar para generasi muda mau terus berkarya dalam beragam kreatifitas serta mempelajari teknologi yang dapat memudahkan proses kreatif yang dilakukan. Berproseslah dengan penuh ketekunan, banyak membaca serta lengkapi diri dengan ide, riset yang detail, konsep terarah serta kreatifitas tanpa batas.

Kepada pemerintah, khususnya UPTD Museum Siginjei Jambi, saya berharap dilakukan pelatihan atau diskusi yang bersifat langsung dan interaktif sebelum dilakukan perlombaan. Tujuannya, memberikan pelatihan sekaligus pendampingan terhadap para pelajar sehingga nantinya mampu menghasilkan karya vlog yang berkualitas sekaligus berkelas.

Terima kasih kepada UPTD Museum Siginjei, Taman Budaya Jambi dibawah naungan Disbudpar Provinsi Jambi, yang selalu memberikan ruang bagi para milenial untuk terus berkarya sembari menyebarkan rasa cinta terhadap tradisi, seni dan budaya bangsa.

//Salam Ngopi/
Ketua Dewan Juri Vlog 2021

Putra Agung

 




Artikel Rekomendasi