JAMBERITA.COM- DR HM Syahran Jailani, MPd dipercaya memimpin Kepala Pusat Kajian Disabilitas UIN Sutha Jambi. Ini merupakan salah satu pusat kajiannyang dimiliki UIN STS Jambi dari 11 pusat kajian yang dibentuk kampus biru ini.
Kepala Pusat Kajian Disabilitas UIN STS Jambi, DR Syahran Jailani mengatakan bahwa pusat kajian ini untuk mendukung program Rektor UIN Sutha menuju kampus berkelas dunia dan sebagai lokomotif perubahan masyarakat menuju Indonesia yang maju.
Adapun pusat kajian ini dharapkan bisa membantu dalam hal data dan informasi terkait layanan disabilitas di Provinsi Jambi dan Indonesia, rujukan dan referensi negara dalam menentukan arah dan kebijakan tentang disabilitas di Indonesia dan Home-bestnya kajian-kajian disabilitas di Indonesia.
“The survey on social participation and disability, mengungkapkan bahwa, pendidikan membuka peluang dunia kerja lebih banyak untuk penyandang disabilitas. Dan 89 % disabilitas lulusan perguruan tinggi menyetujui dengan tingkat pendidikannya yang baik, membuat mereka mendapat kualifikasi layak bekerja,” kasta Syahran.
Adapun kedepan Program Kerja Pusat Kajian Disabilitas UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi diantaranya kerjasama (MoU) dengan Sekolah Luar Biasa(SLB) Provinsi Jambi, Persatuan Penyandang Cacat Provinsi Jambi, Dinas Sosial Provinsi Jambi, Kerjasama (MoU) dengan NGO atau Lembaga Swadaya Masyarakat peduli disabilitas.
Lalu, melakukan pemetaan lulusan SMA/MA penyandang disabilitas, pemetaan fasilitas umum/publik (Perkantoran, rumah sakit, rumah ibadah, gelanggang olahraga, ruang terbuka, dan Mall) bagi penyandang disabilitas, pemetaan tempat kerja/karir bagi penyandang disabilitas, kajian tentang pengembangan karir lulusan mahasiswa perguruan tinggi penyandang disabilitas, penguatan kapasitas guru-guru disabilitas, pelatihan soft-skill lulusaan mahasiswa perguruan tinggi penyandang disabilitas, rumah riset disabilitas, relawan (volunteer) disabilitas dan duta disablitas.(*/sm)
Kemenkum Genjot Penguatan Posbankum Desa/Kelurahan di Rakor Camat se-Provinsi Jambi
Kemenkum Jambi Koordinasi ke Ditjen AHU Bahas Pembatalan SK hingga Notaris Pensiun
BPJS Gelontorkan Rp100 Triliun Lebih Biayai Penyakit Jantung
SAH Perjuangkan Pembayaran Insentif Dan Santunan Tenaga Kesehatan
Bertambah 45 Orang Kasus Covid-19 Provinsi Jambi, Sungai Penuh Zona Merah
Kemenkum Genjot Penguatan Posbankum Desa/Kelurahan di Rakor Camat se-Provinsi Jambi



