JAMBERITA.COM - Banjir masih menjadi persoalan yang dihadapi oleh Pemerintah Kota Jambi. Pada 31 Desember 202 lalu, ada sekitar lima titik di Kota Jambi yang mengalami banjir dengan kepasitas air yang cukup tinggi.
Walikota Jambi Syarif Fasha setelah selesai melakukan rapat koordinasi teknis penangan banjir mengatakan bahwa yang menjadi persoalan dari adanya banjir di Kota Jambi yaitu saluran air yang harusnya diperbesar karena debit air semakin besae dan juga sedimentasi yang harus segera diangkat
"Pertama adalah dimensi dari pada saluran-saluran air yang harusnya pembangunannya sudah diperbesar tidak lagi dimensinya misalnya sesuai dengan existing tetapi harus diperbesar kalau kalau existing dua meter harus kita perbesar menjadi tiga meter," jelasnya. Selasa, (9/2/2021)
Fasha juga menjelaskan bahwa salah satu langkah yang di ambil dengan melakukan program kali bersih, dimana masyarakat yang turun langsung untuk membersihkan kali atau anak sungai diwilayahnya.
Dirinya juga mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan dua lokasi di Payo Selincah untuk rencananya akan di bangun kolam retensi. Kolam retensi sendiri berfungsi sebagai tempat menampung air hujan sementara ketika debit maksimum di sungai datang, kemudian secara perlahan lahan mengalirkannya ketika debit di sungai sudah kembali normal.
"Kolam retensi kita sudah membeli ada dua lokasi yang itu dijanjikan balai yang akan membangun itu, karena jujur butuh dana yang besar untuk membangun itu," pungkasnya. (sap)
Mahasiswa Kehutanan UNJA Edukasi Pelajar SMPN 24 Jambi Tentang Konservasi Orang Utan
Mahasiswa UNJA Bedah Potensi Ekowisata Kehutanan ke Siswa SMPN 11 Jambi
Hadiri HPN 2021, Kapenrem 042/Gapu : Semoga Pers Jadi Sumber Terpercaya
The Daily Wash Loundry Beringin Jambi Mulai Beroperasi, Buruan Cuci Gratis Tiga Hari Kedepan
Kepedulian Wawako Dr Maulana kepada UMKM Binaan BAZNAS Kota Jambi


Sekda Sudirman Buka Rakerda Pramuka 2026: Fokus Evaluasi Strategi, Kaderisasi Pemimpin Muda



