JAMBERITA.COM- Anggota MPR RI Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM menilai pendidikan mempunyai arti yang sangat penting bagi pembangunan bangsa.
Karena pendidikan dapat membangun Bangsa Indonesia yang berkualitas, maju dan unggul serta berdaya saing tinggi sebagai modal pembangunan bangsa.
Pernyataan ini disampaikan SAH disela-sela Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan kepada Dosen dan Tenaga Pendidik di Politeknik Kesehatan (Poltekes) Kementerian Kesehatan Jambi (3/2) Rabu kemarin.
Dalam paparannya, legislator yang dikenal sebagai Bapak Beasiswa Jambi ini mengatakan, pendidikan sebagai suatu proses harus secara terus-menerus dilakukan kepada seluruh komponen bangsa. Karena komponen bangsa ini adalah motor penggerak pembangunan yang selama ini dilakukan.
“Mengingat pentingnya pendidikan dalam mewujudkan cita-cita bangsa, kami dari MPR RI memandang penyelenggaraan pendidikan dan berbagai aspeknya harus mendapatkan perhatian utama, termasuk pendidikan kesehatan yang diemban Poltekes Jambi, sehingga penting bagi kita untuk memberi perhatian terhadap kesejahteraan para dosen dan tenaga pendidik lainnya,” ungkapnya.
Dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini, SAH mengatakan pada dasarnya fungsi pendidikan tidak hanya bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Tetapi juga membangun karakter bangsa.
Untuk itu SAH menegaskan, nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan yakni, Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika harus ditanamkan dalam sanubari pelajar dan generasi muda sedini mungkin.
“Saya memandang bahwa dosen atau tenaga pendidik mempunyai peran yang sangat strategis dalam pembangunan karakter bangsa. Kami meyakini melalui pengajaran sejak dini kepada para pelajar dan generasi muda, pembentukan karakter bangsa sebagai penjabaran dari materi sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini dapat lebih cepat terwujud,” jelasnya.
Selanjutnya, SAH juga mengatakan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan itu merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran dan memberikan pemahaman tentang pentingnya rasa kebersamaan, persaudaraan dan persatuan bangsa guna memelihara ketahanan nasional serta keamanan dan ketertiban masyarakat lokal.
Dirinya berharap, setelah mengikuti sosialisasi tersebut, kedepannya para tenaga pendidik dituntut untuk dapat menjabarkan secara komprehensif tentang isi dan makna Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Pengetahuan yang didapatkan hari ini harus kembali disosialisasikan kepada anak didik dan lingkungan sekitar Bapak Ibu sebagai dosen. Sehingga akan terwujud masyarakat yang sadar konstitusi," tandasnya.(*/sm)
Pasca Serangan Siber, Sekda Sudirman Resmi Ditetapkan Jadi Komisaris Bank 9 Jambi
DPW APPSI Jambi 2026-2031 Resmi Dikukuhkan, Berikut Susunan Kepengurusannya
Langka! Kursi Bendum Jadi 'Primadona' di Muswil III APPSI Jambi Sampai Spanduk Diganti Berkali-kali
Ketua DPRD Provinsi Edi Purwanto Apresiasi Kinerja Kapolda Jambi
Izin Kunjungan Disalahgunakan Untuk Buka Usaha Kayu di Singkut Jambi, 2 WNA Dipulangkan
Bertambah 60 Orang Pasien Covid-19, Berikut Peta Resiko Penyebaran Covid-19


Pasca Serangan Siber, Sekda Sudirman Resmi Ditetapkan Jadi Komisaris Bank 9 Jambi



