JAMBERIRA.COM- KPU Provinsi Jambi selaku termohon membantah semua gugatan pemohon pasangan Cek Endra - Ratu Munawaroh (CE-Ratu) dalam sidang di Mahkamah Konstitusi (MK).
Bantahan ini disampaikan dalam sidang dengan agenda mendengarkan jawaban dari termohon KPU dan pihak terkait yaitu pasangan Al Haris - Abdullah Sani (Haris-Sani).
Dalam jawabannya termohon KPU membantah semua dalil permohonan pemohon yang disampaikan dalam sidang pendahuluan Senin (26/1/2020) lalu yang menyatakan adanya pemilih yang tidak berhak ikut memilih, tapi menggunakan hak pilihnya.
"Semua kita bantah by name dan by adress," ujar Syahlan Samosir kuasa hukum termohon KPU.
Disebutkan Syahlan lagi, semua nama-nama yang dicantumkan dalam gugatan yang dinyatakan sebagai pemilih tidak sah, ternyata tidak bisa dibuktikan, berdasarkan daftar hadir saat di TPS nama-nama tersebut kebanyakan tidak datang dan jika ada yang datang mereka sah sebagai pemilih dan memiliki e-KTP.
"Sehingga adanya pelanggaran yang dikleim terjadi di 5 kabupaten, 15 kecamatan, 41 kelurahan/desa, 88 TPS tidak terbukti, dan tidak memiliki alasan hukum untuk diadakan pemilihan suara ulang," tegasnya.(*/sm)
Menembus Keterbatasan, Merawat Integritas: Kisah Inspiratif Prof. Zarkasi Raih Puncak Akademik UNJA
UNJA - BKKBN Jambi Kembali Teken MoU : Kerjasama Tanpa Implementasi Tidak Ada NIlainya!
Menkomdigi tegaskan LKBN ANTARA jadi garda terdepan jaga fakta & integritas informasi di era digital
Pergi Kondangan, IW Mengaku Prihatin Kondisi Jalan di Muaro Jambi Kritis
Tegaskan Sesuai UU Jadwal Pilkada Di 2024, Kemendagri: Pandemi, Mari Fokus Selesaikan Krisis
UNJA - BKKBN Jambi Kembali Teken MoU : Kerjasama Tanpa Implementasi Tidak Ada NIlainya!



