JAMBERITA.COM - Kapolda Jambi Irjen Pol A Rachmad Wibowo sudah berada di Kabupaten Sarolangun sakaligus duduk bersama Tokoh Masyarakat Desa Lubuk Bedorong dan unsur Forkopimda terkait penanganan masalah maraknya aktifvitas PETI.
Ini setelah dirinya melakukan rapat evaluasi kinerja Polres bagian wilayah barat di Kabupaten Merangin Rabu (7/1/2021) waktu lalu, terkait permasalahan Ilegal Minning, Driling dan termasuk persoalan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).
Kemudian dirinya beberapa hari lalu, melakukan silahturahmi dalam rangka meningkatkan sinergitas, mulai dari Tebo, Merangin, Bungo sampai dengan bertolak ke Kota Sungai Penuh, Kerinci guna memantau situasi Kamtibmas pasca perdamaian antara warga Sumerep dan Muak.
Malam tadi, Kapolda Jambi Irjen Pol A Rachmad Wibowo juga duduk bersama dengan para pihak terkait membahas adanya laporan masyarakat mengenai maraknya aktifvitas PETI di Desa Lubuk Bedorong Kecamatan Limun Marga Bukit Bulan.
"Ini kelanjutan dari pertemuan hari Kamis kemarin melalui vidcon, dan mereka mengirim surat, tapi jarak kan cukup jauh, makanya semalam kita mendengarkan apa yang menjadi keluhan," terangnya, saat bincang santai dengan awak media di pinggiran Sungai Batanghari, Minggu (10/1/2021).
Menurut Kapolda, pada intinya mereka masyarakat disana punya hutan adat yang merasa terganggu dengan alat-alat berat Excavator dan alat itu memikiki izin dari BPHP, tetapi alat berat itu bekerja diluar area wilayah nya dan menerobos hutan masyarakat.
"Merusak alam, karena seperti yang telah disampaikan tadi malam, mereka tidak punya apa-apa untuk warisan anak cucu mereka, danhari ini Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus dan Dansat Brimob tinggal disni, melakukan penyidikan turun ke lokasi," jelasnya.
Tidak hanya terfokus pada wilayah Sarolangun saja, Kapolda Jambi juga menelisik di wilayah Batanghari, Tebo, Bungo dan Merangin, kecuali Tanjabtim dan Tanjabbar belum adanya temuan mengenai kegiatan, ilegal minning, driling maupun PETI.
"6 kab/kota kecuali Tanjabtim dan Tanjabar, khususnya di wilayah barat dan ini sudah saya berkoordinasi dengan Menteri ESDM, masalah ini, nanti akan di pelajari apakah diberi izin atau tidak dan seperti apa. Kan aktifvitas ini ada beberapa segmen pembagian sampai menghasilkan minyak murni termasuk emas," tuturnya.
Untuk itu Kapolda Jambi juga akan menurunkan personel untuk mengecek ke titik-titik lokasi yang sudah terdata sampai dengan ke Pom Bensin apakah menampung minyak hasil ilegal tersebut atau tidak."Seperti katanya ada Oknum kades, tidak hanya itu (oknum polri) itu semua unsur ada, dan sudah ada data nya dengan kita," sebutnya.
Kapolda juga menegaskan bahwa pekerja kegiatan ilegal di lapangan itu hanya sebatas pekerja yang pastinya ada pemodal dibelakangnya yang perlu diusut sampai ke akar. Terkait kedatangan nya dalam menyambangi Walikota Sungai Penuh dan Bupati Kerinci, itu sebagai bentuk wujud rasa terimakasih karena turut membantu penanganan atas musibah yang menimpah BKO Sat Brimob Sumsel.
"Kemarin kita ke Kerinci sama dengan Kota Sungai Penuh, saya mengucapkan rasa terimakasih kepada pemkab dan pemkot, karena sudah membantu dan cepat melakukan tindakan medis kepada Brimob Sumsel yang mengalami kecelakaan waktu lalu, medis nya juga malam-malam masih melakukan penanganan," tuturnya.
Kemudian terkait kunjungan nya ke permukimanan warga Suku Anak Dalam (SAD) di Merangin, dirinya menginginkan adanya SAD yang menjadi anggota polri. Terkait masalah pendidikan serta persyaratan, Kapolda berujar, nanti akan ada pertimbangan nya. "Insya Allah kalau memenuhi persyaratan, nanti kita akan bekerjasama dengan Kesbangpol Kab/Kota," jelasnya.
Kapolda juga memikirkan bagaimana dengan tempat tinggal SAD itu agar mereka ini tidak pindah-pindah tempat termasuk masalah lingkungan nya bersih. "Kita ingin merekrut anak muda SAD, tapi terkendala karena akademisi, kemarin yang kita jalan kesana saya ingin tahu, bagaimana kesejahteranya, karena bagaimapun mereka sama dengan kita sama-sama WNI, yang harus mendapatkan hak yang sama," katanya.
Masalah peresmian Batalyon C Mako Brimob dan Polsek Tebo Tengah sekaligus menyambangi Batalyon B Pamenang, Kapolda menuturkan bukan bermaksud untuk menakuti-nakuti masyarakat, tetapi kehadiran mereka untuk menjaga keamanan dan meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.
"Bukan untuk menakuti masyarakat tetapi ambil dampak positifnya, Insya Allah aman. Kerinci juga bukan daerah konflik ya, tapi Kerinci itu indah alam nya unik. Masyarakat nya bagus, mau musyawarah, masyarakat jangan diberi berita-berita yang membuat masyarakat resah," tuturnya.
Mengenai masalah Covid-19, itu juga menjadi perhatian orang nomor satu di Polda Jambi itu, sehingga dirinya ketika melakukan kunjungan selalu mengingatkan agar semua masyarakat patuh terhadap Protokol kesehatan dengan mencuci tangan, makai masker dan menjaga jarak. Terlebih adanya kebijakan sekolah tatap muka, peran orang tua sangat di perlukan untuk mengedukasi anaknya.
"Bagusnya semua wilayah di Jambi zona hijau dan Fokus pada kesehatan dan bagaimana prokes itu diterapkan, karena virus bisa saja menyerang siapa saja bukan hanya pejabat pemerintah. Jadi masyarakat juga harus turut berperan aktif dalam menekan angka kasus penyebaran Covid-19," tegasnya.
Sebelumnya, Sabtu malam (9/1/2021), Salah satu Tokoh Masyarakat Desa Lubuk Bedorong Kecamatan Limun Marga Bukit Bulan mengatakan, bahwa sebenarnya masalah ini sudah dilaporkan kepada Polres Sarolangun dan telah ditindaklanjuti, tetapi pelaku di duga masih saja nekat beraktifitas dengan menggunakan alat berat Excavator.
"Beroperasi tidak sudah-sudah, sudah di laporkan dan ditindaklanjuti oleh pak Kapolres, BAP dan 5 orang tu masih saja beroperasi, maka dari itu kami Desa Bedorong minta supaya ditindaklanjuti," paparnya di hadapan Bupati Cek Endra, Kapolda Jambi dan pihak lainnya, Sabtu malam (9/1/2021).
Menurutnya, mereka warga Desa Lubuk Bedorong kini masih menahan diri karena ingat akan himbauan dari Kapolres Sarolangun agar tidak adanya bentrok dan tindakan anarkis terkait persoalan tersebut. "Kalau tidak, habis wilayah kami, dan kami bisa terpancing anarkis, karena bentrok," tuturnya dalam diskusi secara terbuka di Saoeng Raja Kabupaten Sarolangun.
Kemudian dirinya juga menyampaikan bahwa kenapa bisa alat berat Excavator beroperasi di kawasan sana, karena itu diduga adanya keterlibatan oknum Kades yang mengizinkannya."Kami Desember 2020 sudah kami sampaikan melalui surat, termasuk kepada pak Kapolda, mungkin sudah ada di tangan Pak Kapolda," terangnya.
Menanggapi hal itu, Bupati Sarolangun Cek Endra (CE) menegaskan, artinya masyarakat Lubuk Bedorong menolak adanya aktifitas PETI apalagi adanya alat berat Excavator. "Kami sudah mendengarkan apa yang telah disampaikan oleh tokoh masyarakat, terkait Kepala Desa segera kita panggil, pasti akan di tindaklanjuti, mungkin itu pak Kapolda, mohon bantu kami," bebernya.
Pantauan jamberita.com , hadir dalam diskusi tersebut yaitu Wakapolda, Brigjen Pol Yudawan R, Dirintelkam, Kombes Pol Bondan Wijatksono, Dansat Brimob, Kombes Pol Nadi Chaidir, Kabid Propam, Kombes Pol Julihan Muntaha, Kabid Humas, Kombes Pol Mulia Prianto.
Kapolres Sarolangun, AKBP Sugeng, Wabup Hilatil Badri, Dandim 0420/Sarko, Letkol Inf Tomi R.D Lubis, Tokoh Masyarakat Desa Lubuk Bedorong, yang dilaksanakan dengan suasana santai dan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. (*/afm)
Penanganan Kasus 58 Kg Sabu di Polda Jambi : Satu Pelaku Melarikan Diri, Kini Ditetapkan DPO
Kerahasian Pelapor Dijamin, Polda Jambi Siapkan QR Code Pengaduan Pelanggaran Polri
Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Kawasan Sungai Asam Jambi
Setelah Wako Sungai Penuh, Kapolda Jambi Silaturahmi ke Bupati Kerinci
SAH: Bukan Hanya Sanksi, Pembatasan Baru Memiliki Konsekuensi Ekonomi Yang Harus Dihadapi



