Polemik Data Meninggal Pasien Covid-19, Fasha : Kita Tidak Boleh Bohong



Rabu, 16 Desember 2020 - 17:30:46 WIB



JAMBERITA.COM - Persoalan data pasien Covid-19 di provinsi Jambi masih menjadi polemik. Pasalnya, data yang diumumkan berbeda dengan kondisi yang terjadi.

Ini disampaikan Walikota Jambi Syarif Fasha saat mengumpulkan kepala rumah sakit yang ada di Kota Jambi.

Dalam pertemuan di Damkar Kota Jambi tersebut membahas terkait dengan menejemen penanganan Covid-19.

Fasha mengatakan bahwa jumlah pemakaman Covid-19 di Pusara Agung saat ini tidak sesuai dengan data.

Dirinya pun mengaku bingung, sesuai dengan prosedur bahwa kabupaten kota seharusnya mengumumkan setalah satgas provinsi.

Namun menurutnya dari pihak provinsi tidak mengumumkan data yang meninggal dunia sesuai dengan yang terjadi.

"Kami heran juga kok Satgas Provinsi, juru bicaranya tidak mengatakan yang meninggal dunia ini. Sedangkan yang di makamkan ini sudah berpuluh - puluh," ujarnya. Rabu, (16/12/2020).

Fasha menambahkan bahwa saat ini ada sekitar 30 lebih pemakaman Covid-19 di TPU Pusara Agung sedangkan data pasien Covid-19 asal Kota Jambi yang meninggal dunia tidak lebih dari 10 orang.

Dirinya mengatakan bahwa kedepan, ia akan memperbaiki sistem pendataan ini. Karena menurutnya data pasien Covid-19 seharusnya terus di umumkan sesuai dengan yang terjadi, agar masyarakat sadar bahwan Covid-19 ini ada.

"Pokoknya kalo ada yang meninggal laporkan. Akan kami umumkan, kalau pun ada yang berbeda dengan provinsi nanti kami terus saja laporkan sesuai data. Kita tidak boleh bohongi masyarakat," pungkasnya. (sap)

 




Artikel Rekomendasi