JAMBERITA.COM-Langka dan inspiratif pencapaian yang diraih pasangan suami istri, H. Sutan Adil Hendra (SAH) dan Hj. Efi Herawati dalam dunia pendidikan. Di tengah kesibukan yang sedemikian padat mereka mampu menyelesaikan pendidikan Doktor Ekonomi pada Program Pascasarjana Universitas Jambi.
Dalam sidang promosi yang dipimpin Ketua Sidang PROF. DR. IR. HJ. ANIS TATIK MARYANI, MP, Penguji Eksternal PROF. DR. HJ. MARNIS, S.E., M.S, Sekretaris Sidang DR. H. ZAMZAMI, SE, M.SI, Para Penguji DR. ENGGAR DIAH PUSPA ARUM SE, AK, M.SI, CA dan DR. DRS. SYAHMARDI YACOB, MBA.

Dalam sidang tersebut, Ketua DPD Partai Gerindra Jambi ini berhasil mempertahankan Disertasi dengan judul Estimasi Model Kinerja Organisasi Di Badan Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Indonesia.
Penulisan karya ilmiah tertinggi ini, di bawah bimbingan Promotor PROF. DR. H. SYAMSURIJAL TAN, SE, MA yang juga Rektor UMB, Sekaligus Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia, Co Promotor I DR. H. TONA AURORA LUBIS, SE. MM yang juga Ketua Prodi Magister Manajemen Pascasarjana UNJA dan CO Promotor II DR. M. SYURYA HIDAYAT, SE, ME yang juga Ketua Prodi Doktor Ekonomi Pascasarjana UNJA.
Dalam sidang promosi ini SAH terlihat bahagia dan penuh rasa syukur, apalagi jelang waktu beberapa jam kemudian sang istri Hj. Efi Herawati juga berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Organisasi Dan Peran Kinerja Karyawan Sebagai Variabel Mediasi Di Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Pengujian Dan Sertifikasi Mutu Barang Provinsi Jambi.
Wanita yang telah memberikan tiga buah hati pada SAH ini berhasil meyakinkan tim penguji dan promotor yang terdiri dari Ketua Sidang PROF. DR. IR HJ. ANIS TATIK MARYANI, MP, Penguji Eksternal PROF. DR. HJ. MARNIS, S.E., M.S, Sekretaris Sidang DR. H. ZAMZAMI, SE, M.SI, Para Penguji DR. ENGGAR DIAH PUSPA ARUM SE, AK, M.SI, CA dan DR. DRS. SYAHMARDI YACOB, MBA. Serta Promotor PROF .DR. H. SYAMSURIJAL TAN, SE, MA, Co Promotor I DR. H. TONA AURORA LUBIS, SE. MM dan CO Promotor II DR. M. SYURYA HIDAYAT, SE, ME.
Secara empiris, gelar Doktor SAH dan istri ini tergolong luar biasa karena diselesaikan 2.5 tahun jauh dari waktu normal waktu tempuh pendidikan S3 yang rata - rata 4 - 5 tahun. Nilai yang didapat juga sangat mengagumkan yakni nilai A, yang berarti SAH dan istri mendapatkan predikat lulus cumlaude.
Dalam sambutannya setelah dinyatakan lulus, Bapak Beasiswa Jambi itu mengatakan motivasi dirinya dan istri melanjutkan pendidikan S3 adalah bagian untuk memotivasi anak dan masyarakat khususnya generasi muda, karena filosofi pendidikan dan ilmu pengetahuan harus membuat manusia rendah hati, bukan gelarnya yang menjadi esensi tetapi kebermanfaatan bagi orang lain dan lingkungan.
"Esensi Gelar Doktor bagi saya dan ibu adalah ilmu pengetahuan itu harus membuat kita rendah diri dan harus membawa kebermanfaatan bagi orang lain dan lingkungan," ungkap pria yang lahir di Tapanuli Selatan, 2 Agustus 1968 tersebut.
Menjawab salah satu pertanyaan, apa yang menjadi alasan SAH, di tengah kesibukan sebagai pengusaha dan Perwakilan Rakyat dari Provinsi Jambi di DPR RI, tetap menyempatkan diri untuk meningkatkan kompetensi diri melalui studi di program Doktor Ilmu Ekonomi UNJA.
"Pada awalnya saya berada di Pimpinan Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan yang merupakan mitra Perguruan Tinggi, pada saat itu saya ditawarkan beberapa Universitas ternama di Jakarta, akan tetapi karena kecintaan kami terhadap Universitas Jambi yang sangat luar biasa dan saya beserta istri juga S2 almuni Unja, berketepatan pula Rektor saat itu Prof. Johni Najwan mengundang untuk mengikuti S3 Ilmu Ekonomi Pascasarjana Unja, setelah saya rundingkan dengan istri untuk mengajak kuliah bersama, akhirnya kami mendaftar doktor Universitas Jambi dan Alhamdulillah saat ini berada di depan Bapak Ibu semua sebagai promovendus" ungkapnya menjawab pertanyaan.
Lebih lanjut, SAH menaggapi pertanyaan Dr. H. Tona Aurora Lubis yakni tujuan selanjutnya setelah mendapatkan gelar doktor. "Tujuan saya setelah mendapatkan gelar doktor ini merupakan prinsip hidup saya bahwa Pendidikan adalah senjata yang paling ampuh yang bisa digunakan untuk mengubah dunia. Yang Kedua, hanya pendidikan yang bisa menyelamatkan masa depan, tanpa pendidikan Indonesia tidak mungkin bertahan. Dengan bekal pendidikan inilah saya bisa dapat mengabdi di mana saja," jawab SAH disambut tepuk tangan para tokoh yang hadir pada sidang promosi tersebut.
Prof. Dr. Hj. Marnis, S.E, M.S yang merupakan guru besar Universitas Riau yang dalam Sidang Promosi Doktor ini selaku Penguji Eksternal menyatakan bahwa tidak ada celah kekurangan sedikitpun dalam Disertasi yang telah dipaparkan oleh SAH, sehingga Prof Marnis memberikan julukan kepada SAH sebagai Super Leadership.
Pendidikan formal yang ia jalani S1 Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Medan, Lulus Tahun 1992, S2 Konsentrasi Pemasaran Universitas Jambi, Jambi, Lulus Tahun 2007 dan S3 Ekonomi Universitas Jambi
Menikah dengan Ir. Hj. Efi Herawati, MM, SAH dikaruniai tiga buah hati yaitu dr. M. Herpian Nugrahadil, M. Qowi Fikri Hadil dan Hulwa Atika Adilita yang kini semuanya telah beranjak dewasa.
Hadir dalam ujian promosi tersebut Kyai H. Lohot Hasibuan, Prof Johni Najwan, Ketua Muhammadiyah Jambi Suhaimi Chan, Ketua IPHI Karimudin, Pimpinan DPRD Provinsi Jambi Rocky Candra, dan beberapa tokoh lainnya yang semuanya terlihat memberi ucapan selamat.
Turut hadir pula secara virtual tokoh-tokoh penting nasional yang turut mendoakan kesuksesan SAH dalam promosi doktornya, serta ratusan ucapan melalui Papan Bunga yang mengitari Universitas Jambi di Kawasan Telanaipura.(*/sm)
Langka! Kursi Bendum Jadi 'Primadona' di Muswil III APPSI Jambi Sampai Spanduk Diganti Berkali-kali
Basket Pelajar DBL Jambi Menuju Training Camp Nasional, Dispora Harapkan Regenerasi Prestasi
Kejati Jambi Periksa 5 Saksi, Termasuk Eks Kabid Bappeda Soal Jalan Pelabuhan Ujung Jabung
Muawwin Jurnalis Jambi Raih Peringkat 1 AJP Wilayah Sumbagteng
Setelah Jabatan Pjs Gubernur Selesai, Pemprov Jambi Kembali Kucurkan Bansos Covid-19
Update Kasus Covid-19 di Provinsi Jambi 7 Desember 2020, Nihil Kasus Baru





