Arah Dukungan PDIP dan PAN Jadi Penentu Peta Pilgub Jambi



Jumat, 26 Juni 2020 - 17:35:34 WIB



JAMBERITA.COM- Dua partai PDIP dan PAN bakal jadi penentu Pilgub Jambi. Ini karena dukungan dua partai akan menentukan jumlah pasangan yang bertarung.

Sikap mengusung kader yang muncul saat ini atau membuat poros baru.

Partai berlambang matahari yang memiliki 7 kursi ini menjadi partai paling seksi setelah resmi membuka penjaringan baru baru ini.

Teranyar saat ini partai yang dibesut Zulkifli Hasan ini ingin direbut oleh Walikota Jambi Sy Fasha, Bupati Merangin Al Haris, Bupati Sarolangun Cek Endra, dan Gubernur Jambi Fachrori Umar.

PDI Perjuangan sebagai pemilik kursi terbanyak dengan perolehan 9 kursi hingga saat ini juga belum menentukan arah dukungan kemana akan berlabuh. Apalagi ada dua kadernya yang maju, yaitu Bupati Tanjung Jabung Barat Safrial dan Mantan Wakil Walikota Jambi Abdullah Sani. Partai yang dipimpin Presiden RI kelima ini juga sedang jadi incaran para kandidat untuk bisa maju dalam konstelasi di tanah Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.

Saat ini, partai yang sudah mengeluarkan rekomendasi ada 3, yaitu Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Berkarya, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk Al Haris. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sudah memberikan dukungan kepada Fasha, hanya saja baru berbentuk surat tugas.

Al Haris-Sani yang sudah meraih 11 kursi masih berambisi untuk mendapatkan dukungan 2 partai besar.

Pertama karena kedekatannya dengan kepala daerah yang merupakan kader PAN, kedua wakil yang digandeng adalah kader PDI Perjuangan. Terakhir adalah kemungkinan memborong partai karena ingin menjegal calon lain untuk maju.

Fachrori Umar dalam sebagai bagian dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) sendiri juga mengklaim kantongi beberapa dukungan. Mulai dari NasDem itu sendiri, Partai Hati Nurani rakyat (Hanura), dan Partai Demokrat. PDI Perjuangan juga masuk dalam daftar klaim karena Safrial yang digaungkan sebagai wakil adalah kader murni PDI Perjuangan. PAN juga ingin direbut karena dukungan PAN sedikit banyak pasti akan berimbas karena memiliki basis tersendiri ditambah PAN yang selalu dikaitkan dengan organisasi islam Muhammadiyah.

Fasha sejatinya sudah kantongi dukungan dari PPP meski belum berbentuk SK. Saat ini juga klaim sudah dapatkan dukungan dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Fasha sendiri terlihat menjadi kandidat yang paling getol untuk merebut dukungan partai lain yang notabene belum mengeluarkan rekomendasi. PAN dan PDI Perjuangan terus diincar karena memang dua partai ini membuka peluang mengusung kandidat dari luar dengan catatan menjadi kader partai tersebut.

Cek Endra yang saat ini sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Jambi hampir bisa dipastikan dukungan partai besutan Menko Perekonomian itu akan didapat.

Meskipun memang belum ada satupun bukti yang menunjukkan dukungan tersebut. Cek Endra saat ini sangat getol untuk mengambil dukungan dari PAN.

Hal ini dikarenakan ingin menggandeng Ratu Munawarah sebagai wakil yang merupakan kader internal PAN. Ini wajib harus didapat oleh Cek Endra, karena jika tidak mampu mengambil dukungan PAN, Cek Endra harus bekerja keras mendapatkan dukungan parpol lain.

Pertanyaannya adalah bagaimana  dengan Ratu Munawarah? Istri Mantan Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin ini menyatakan maju sebagai calon Wakil Gubernur.

Jika nantinya PAN yang merupakan partainya berhasil direbut oleh kandidat lain, maka Mantan Anggota DPR RI ini harus membuat skenario baru.

Edi Purwanto selaku Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Jambi mengatakan, hingga saat ini belum ada arah dukungan pada Pilgub Jambi 2020. Pihaknya masih menunggu dari DPP kemana dukungan tersebut akan berlabuh. “Kita tunggu saja, semua keputusan ada ditangan DPP,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPW PAN Provinsi Jambi A. Bakri mengatakan, semua mekanisme sudah dijalankan oleh pengurus. Semuanya saat ini sudah dikirim ke DPP untuk menentukan siapa yang akan didukung. “Semuanya sudah di DPP, tunggu saja. Semoga minggu depan ini sudah klir,” ujarnya.

Terpisah, Dori Efendi selaku pengamat politik menilai, denhan kondisi ini PDIP dan PAN menjadi penentu kandidat bisa maju atau tidak. Proses merayu partai politik untuk mengalihkan dukungan itu sah saja dilakukan. “Candidate Buying pasti akan menjadi penentu untuk mengalihkan dukungan ini. Ditambah lagi lobi tingkat tinggi untuk meyakinkan DPP mengalihkan dukungan tersebut,” katanya.

PAN jika ingin mengalihkan dukungan, harus dipikirkan secara matang. Apakah dengan mengalihkan dukungan mampu membuat PAN bisa berlayar atau tidak. Karena jika salah dalam mengalihkan dukungan, harus juga dipikirkan bagaimana marwah partai.

“Jika memang nanti terjadi  PAN tidak  mendukung Ratu Munawarah, ini pastinya akan jadi kejutan. Ini juga terlihat dengan PAN akhirnya membuka penjaringan beberapa  waktu lalu,” ujarnya.

Proses ini juga, partai pasti melihat potensi kandidat lain untuk mengalihkan dukungan.

Namun, dirinya merasa PAN akan sulit memindahkan dukungan kepada kandidat lain. Hal ini karena Ratu Munawarah memiliki jasa politik kepada PAN. “Contohnya saja dulu kader banyak terpecah, namun akhirnya dengan munculnya Ibu Ratu, kader akhirnya kembali bersatu,” sebutnya.

“Tinggal lagi melihat bagaimana PDI Perjuangan akan menentukan sikap dan arah dukungan pada Pilgub Jambi. Yang pasti, kemana arah dukungan 2 partai ini menjadi poin penting yang akan menentukan berapa banyak bakal pasangan calon yang muncul,” tandasnya. (am)





Artikel Rekomendasi