Sejumlah Pengurus Lama Tersingkir, Wajah Baru Isi Kepengurusan Golkar yang Baru



Kamis, 23 April 2020 - 16:46:40 WIB



JAMBERITA.COM- DPD I Partai Golkar Provinsi Jambi sudah mendapatkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan baru periode 2020 - 2025 dari DPP Partai Golkar.

Malahan para pengurus baru ini sudah melaksanakan rapat perdana.

Didalam kepengurusan baru yang dikomandoi oleh Bupati Sarolangun Cek Endra ini ternyata ada beberapa nama yang tidak lagi masuk kepengurusan. Padahal sebelumnya orang-orang ini berada didalam kepengurusan pada zaman Almarhum Zoerman Manap memimpin.

Berdasarkan SK yang didapat oleh Jamberita.com sendiri, ada nama Walikota Jambi Sy Fasha serta Anggota DPRD Kota Jambi Joni Ismed yang tidak lagi sebagai pengurus. Sebelumnya Fasha sebagai Ketua Harian dan Joni Ismed merupakan Wakil Ketua.

Bukan hanya orang lama, para kader potensial juga tak masuk dalam struktur pengurus DPD I Partai Golkar Provinsi Jambi. Sebut saja Al Haris selaku Bupati Merangin. Memang bukan hal yang mengejutkan bila mereka tidak masuk dalam kepengurusan. Mengingat posisi Golkar yang dipegang CE berkaitan dengan proses Pilgub Jambi.

Beberapa nama yang menjadi pengurus diantaranya di level wakil ketua Endria Putra, Faisal Alwi, Pinto Jaya Megara, H Jumhadi, H Ivan Wirata, Sudarto Attan, Umar Dani Isman, Indra Armendaris, M Nuzul Prakasa, Hj Rosita, Hj Maimasnah, H Manan Syafei, Gordon Tobing, HM Syafei, Adri, Apif Firmansyah, Muhtadi Putra Nisa, H Khobri Muis, Khairul Rasyid Sembiring, Kemas Faried Alfarelly, Asari Syafei, M Noer Tori, Usman Sulaiman, Sufardino. Sekretaris A Rahmab, Wakil sekretaris Adidaya, Yan Kurnain, Wisnu Hatta dan lainnya.

Terhadap hal ini, Sekretaris terpilih DPD I Partai Golkar Provinsi Jambi A. Rahman mengatakan, posisi kepengurusan itu tergantung kebutuhan dan kepentingan. Mengenai beberapa kader yang tidak masuk juga itu semua merupakan hal biasa dan DPP juga seperti itu.

"Seharusnya pahamlah untuk itu tidak perlu dijabarkan. Malahan DPP banyak sekali kader potensial tidak lagi masuk pengurus DPP. Itu semua pertarungan dan sudah jadi rahasia umum," katanya kepada Jamberita.com, Kamis (23/4/2020).

Selain itu, kader harus jeli terhadap hal ini. Tidak mungkin juga formatur sibuk untuk mengajak. Harus jalan dan mengerti situasi dengan melobi atau apapun untuk bisa masuk, meskipun itu kader potensial. (am)





Artikel Rekomendasi